News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

680 Ekor Sapi di Gunungkidul Terjangkit Penyakit Lato-Lato

Peternak sapi di Gunungkidul digegerkan penyakit Lato-Lato yang menjakit ternak sapi mereka. Setidaknya sudah 4 Sapi tewas dan 676 ekor masih dalam perawatan
Jumat, 5 Mei 2023 - 12:57 WIB
Sapi di Gunung Kidul terjangkit penyebaran penyakit LSD (Lumpy Skin Dease), atau penyakit lato-latomakin meluas
Sumber :
  • Tim tvOne/Lucas Didit

Gunungkidul, tvOnenews.com - Penyebaran penyakit LSD (Lumpy Skin Dease), atau dikalangan peternak dikenal dengan penyakit lato-lato di Gunungkidul makin meluas. Hanya 1 kapanewon dari 18 kapanewon di Gunungkidul, yang belum ditemukan kasus penyakit ini.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti, saat ini pihaknya mencatat ada 680 sapi yang terjangkit penyakit dengan ciri-ciri bentol di kulit ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari jumlah tersebut 4 ekor sapi mati dan 676 ekor lainnya masih dalam perawatan. Saat ini kami masih berupaya mengendalikan penyakit lato-lato yang menyerang sapi tersebut,” kata Retna, Jumat (5/5/2023).

Penyebaran penyakit LSD ini hampir merata di wilayah Gunungkidul. Dari 18 kapanewon, hanya ada 1 kapanewon yakni Kapanewon Paliyan yang belum ditemukan kasus penyakit lato-lato.

Temuan kasus terbanyak, kata Retno, ada di Kapanewon Ngawen yakni 220 kasus. Di Kapanewon Gedangsari 174 kasus dan Nglipar 81 kasus. Sedangkan di 14 kapanewon lain jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 66 kasus.

“Kami terus melakukan pengawasan dan pendataan sebagai upaya menekan penularan yang lebih luas,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Retno, ketersediaan obat untuk sapi terjangkit LSD tersedia/aman, meski jumlah kasus masih terus bertambah. Meski begitu, untuk vaksinasi masih menunggu dari Pemerintah Pusat.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kiriman vaksin dari pusat. Kalau sudah sampai vaksinasi ke sapi akan langsung lakukan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul,  Wibawanti Wulandari, mengatakan, untuk mengurangi risiko penularan, pihaknya menghimbau pada para peternak agar menjaga kebersihan kandang dan sekitarnya.

"Kalau kandang itu bersih, setidaknya penyebab penyakit ini seperti lalat, catak, dan nyamuk tidak mendekat ke area kandang sehingga penularan bisa ditekan," katanya.

“Dan jika mendapati hewan ternak dengan gejala LSD kami minta segera lapor kepada petugas kami agar segera bisa ditangani,” pungkasnya. (ldt/mii)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT