News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Plafon Gedung DPRD Ambruk Diterjang Angin Kencang

Akibat terjangan angin kencang, plafon gedung utama DPRD Kepulauan Riau (Kepri) di kawasan Dompak, Tanjungpinang ambruk. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09:30 WIB, Rabu (11/1/2023)
Kamis, 12 Januari 2023 - 09:56 WIB
Plafon Gedung DPRD Ambruk Diterjang Angin Kencang
Sumber :
  • Tvone/Kurnia

 

Tanjungpinang, Kepri - Akibat terjangan angin kencang, plafon gedung utama DPRD Kepulauan Riau (Kepri) di kawasan Dompak, Tanjungpinang ambruk. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09:30 WIB, Rabu (11/1/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Pantauan di lokasi, plafon yang ambruk merupakan plafon gedung di lantai tiga pada sisi kanan dan kiri yang terhubung ke lobi lantai satu gedung wakil rakyat tersebut. Selain itu juga sebagian plafon lantai tiga yang terhubung ke gedung sidang utama juga terlihat ambruk dan mengotori ruang sidang utama.

Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD Kepri Isnaini Bayu Wibowo yang ditemui di gedung DPRD Kepri menuturkan, peristiwa ambruknya plafon tersebut terjadi secara tiba-tiba saat angin kencang disertai hujan.
 
"Memang musibah tidak bisa dihindari, hari ini sama-sama kita ketahui pagi tadi terjadi hujan angin yang luar biasa seperti puting beliung. Insyaallah kita tidak ada kebocoran atap, sudah kita periksa. masalahnya adalah tempias angin dari samping yang mengakibatkan kena plafon kita," ujar Bowo.
 
Menurut Bowo, plafon gedung DPRD Kepri tersebut dipasang sejak dibangunnya gedung DPRD Kepri pada tahun 2012.
 
"Kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan ini gedung sudah lebih dari sepuluh tahun,” jelas bowo.
Lebih lanjut Bowo juga mengatakan, saat peristiwa terjadi, suasana di gedung DPRD Kepri sedang sepi karena seluruh Anggota DPRD sedang melakukan kegiatan di luar.
 
"Beruntung saat ini tidak ada agenda sidang dan kegiatan DPRD, seluruhnya sedang ada kegiatan di luar, daerah masing-masing dan ada juga kegiatan partai," lanjutnya.
 
Kemudian Bowo juga mengatakan, hingga kini pihak sekretariat DPRD Kepri belum bisa menaksir kerugian atas peristiwa ambruknya plafon tersebut.
 
"Tadi pak Sekda Kepri sudah menghubungi Kabid Cipta Karya (Dinas PU) dan memerintahkan turun ke lapangan untuk menghitung agar segera diperbaiki, karena ini membutuhkan waktu cepat agar tidak mengganggu agenda dewan terutama paripurna,” pungkasnya.(KSH/LNO)
 
 
 
 
 
 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 
 
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT