News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tuntut Uang Insentif Sebesar Rp 300 Ribu, 5 Tenaga Kesehatan Asal Asahan Nekat Jalan Kaki Jumpai Presiden Jokowi

Lima orang tenaga kesehatan non ASN asal Asahan, Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022), nekat melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta, guna menjumpai Presiden Joko Widodo di Istana Negara, dan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk mengadukan nasibnya.
Jumat, 25 November 2022 - 21:52 WIB
Tenaga Medis asal Asahan, yang melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta menjumpai Presiden Jokowi
Sumber :
  • Tim TvOne/Jasa

Asahan, Sumatera Utara – Lima orang tenaga kesehatan non ASN asal Asahan, Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022), nekat melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta, guna menjumpai Presiden Joko Widodo di Istana Negara, dan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk mengadukan nasibnya. Kelimanya juga merupakan perwakilan dari ratusan tenaga medis lainnya yang mempunyai nasib yang sama.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut mereka, aksi nekat berjalan kaki menuju Jakarta ini sudah bulat dan sungguh-sungguh, sebagai salah satu bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Asahan yang selama ini tidak menganggarkan dana insentif tenaga medis sebesar Rp300 ribu per bulan.

 

“Kami sudah berulang kali melakukan aksi unjuk rasa, namun selalu tidak membuahkan hasil. Kali ini, kami nekat mengadukan nasib kami ke Jakarta dan menjumpai Pak Presiden,” ujar Fitri Napitupulu sambil berlinang air mata.

 

Fitri Napitupulu adalah salah satu tenaga medis non ASN yang mengaku sudah dua belas tahun bekerja di lingkungan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Asahan.

 

“Tidak banyak loh bang yang kami minta, cuma Rp300 ribu per bulan, bukan hanya saya, tapi ratusan kawan-kawan lain juga menuntut insentif itu, mohon doa dan dukungannya semua, semoga perjalanan ini dilancarkan,” katanya lagi penuh haru kepada tvOnenews di depan Kantor Bupati Asahan, titik lokasi pertama mereka berjalan kaki menuju Jakarta.

 

Sebelumnya, hari Rabu (23/11/20220 lalu, Bupati Asahan Surya mengatakan bahwa anggaran nakes tersebut tak bisa ditampung dalam APBD karena tidak memiliki landasan payung hukum. “Kalau tidak ada payung hukumnya, kita tidak bisa paksakan, jika dipaksa, nanti terjadi masalah di kemudian hari,” kata Surya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Dari pantaun tvOnenews, aksi jalan kaki ini diselimuti rasa haru, karena nampak puluhan tenaga medis lainnya, menemani dan memberi semangat kepada enam temannya itu dengan memberi pelukan dan bekal makanan.(jmg/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT