News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Penipuan Mengatasnamakan Kasi Intel Kejari Pringsewu Lampung, Minta Sejumlah Uang ke Kades

Dugaan penipuan mengatasnamakan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu, Lampung, dengan meminta sejumlah uang ke kepala pekon atau kepala desa di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Senin, 21 November 2022 - 19:03 WIB
Kasi Intel Kejari Pringsewu, Kadek Dwi Ariatmadja saat dikonfirmasi di ruangannya
Sumber :
  • Tim TvOne/Pujiansyah

Pringsewu, Lampung - Dugaan penipuan mengatasnamakan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu, Lampung, dengan meminta sejumlah uang ke kepala pekon atau kepala desa di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kepala Pekon (Desa) Madaraya, Hariadi menjelaskan, bahwa penipuan itu berawal dari terduga oknum yang mengaku Kasi Intelijen menghubungi salah satu nomor kepala desa yang ada di Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu Lampung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai Kasi Intel Kejari Pringsewu, Kadek Dwi Ariatmaja. Dia menelpon saya menanyakan beberapa hal tentang penggunaan dana desa. Dalam telponan itu, dia meminta bantuan tentang masalahan dana," kata Hariadi, Senin (21/11/2022).

Hariadi menjelaskan dalam perbincangan lewat telepon seluler, oknum tersebut memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama Kadek Dwi Ariatmadja yang menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Pringsewu. Dan oknum tersebut mengaku bahwa dirinya merupakan pengganti dari Kasi Intelijen yang lama Median Suwardi.

Kemudian oknum tersebut menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan surat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung untuk melakukan audit internal terkait anggaran dana desa di wilayah Kabupaten Pringsewu Lampung tahun anggaran 2020 - 2022.

"Sang penipu kemudian menanyakan realisasi dana desa di wilayah Kabupaten Pringsewu Lampung dan akan mengaudit semua pekon," jelas Hariadi.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Pringsewu Lampung, Kadek Dwi Ariatmadja membenarkan bahwa adanya laporan yang mengatasnamakan Kasi Intel meminta kepada kepala desa berupa sejumlah uang.

"Itu tidak benar, itu adalah salah satu modus penipuan dari oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Kasi Intel Kejari Pringsewu, Kadek Dwi Ariatmadja saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (21/11/2022).

Selain itu, Kadek juga mengimbau agar seluruh aparatur desa atau Pemda setempat agar tidak mengakomodir permintaan-permintaan seperti itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahwasanya, dari Kejari Pringsewu tidak pernah meminta sejumlah uang dalam bentuk apapun yang mengatasnamakan untuk kepentingan kantor.

"Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan tapi saat ini yang bersangkutan sudah mengetahui, sudah tercium, sehingga kami melakukan upaya preventif agar kejadian ini tidak terulang," pungkasnya. (Puj/Nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT