News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Konsumsi Sabu, Oknum ASN di Tanggamus Lampung Ditangkap Polisi Bersama 3 Rekannya

Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tanggamus,  ditangkap Satnarkoba Polres Tanggamus saat sedang berpesta sabu-sabu bersama dengan tiga orang rekannya
Selasa, 9 Agustus 2022 - 17:54 WIB
Oknum PNS di Kabupaten Tanggamus (celana biru) ditangkap Satnarkoba Polres Tanggamus, lampung
Sumber :
  • Tim Tvone/Pujiansyah

Tanggamus, Lampung - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tanggamus,  ditangkap Satnarkoba Polres Tanggamus saat sedang berpesta sabu-sabu bersama dengan tiga orang rekannya.

Eja Saputra Jaya (29 tahun), yang berprofesi sebagai ASN di kecamatan yang berada di Kabupaten Tanggamus tersebut,  merupakan pemakai sabu. Sedangkan ketiga rekannya yakni Asroni Alias Jajang dan Dodi Saputra sebagai terduga pengedar sabu, kemudian Nurhayani selaku pemilik rumah yang diduga sering digunakan transaksi maupun pesta sabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Resnarkoba Polres Tanggamus, AKP Deddy Wahyudi menjelaskan, keempat tersangka ditangkap atas laporan masyarakat terkait dugaan peredaran Narkotika di Pekon Way Halom, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

"Keempat tersangka ditangkap pada Jumat (5/8/2022) sekitar pukul 00.30 WIB. Seorang lainnya berinisial S ditetapkan DPO," kata AKP Deddy Wahyudi, Selasa (9/8/2022).

Kasat menjelaskan, modus operandi dan peran masing-masing tersangka diantaranya, Asroni dan Dodi Saputra membeli barang haram tersebut kepada seorang bandar yang kini telah diketahui identitasnya dan dalam pengejaran. Usai mereka membeli sabu, kemudian dipecah di rumah Nurhayani.

"Di mana rumah Nurhayani di Pekon Way Halom Kecamatan Gunung Alip, kerap dijadikan tempat pesta sabu sekaligus tempat transaksi penjualan sabu," ungkap AKP Deddy.

Di rumah tersebut, lanjut AKP Deddy, Nurhayani juga melakukan pembelian sabu kepada Asroni dan Dodi Saputra selanjutnya menggunakannya secara bersama-sama di rumah tersebut. Eja Saputra Jaya yang merupakan ASN itu kerap membeli kepada kedua kurir sabu lalu mengkonsumsi di rumah tersebut.

"Pengakuan Eja Saputra Jaya, dia kadang konsumsi sabu di rumah Nurhayani dan kadang juga mengkonsumsi di rumah kontrakannya," bebernya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti dari NR berupa, alat hisap sabu, 7 plastik klip bekas pakai, pipa kaca/pirek, 4 sedotan, 2 sumbu, 3 korek api, 2 bundle plastik klip, ponsel dan kotak rokok.

Dari tersangka AS alias Jajang diamankan 5 plastik klip berisi kristal putih dengan berat bruto 0.81 gram, 2 plastik klip sisa pakai, bundle plastik klip, dompet warna merah bercorak bunga, dompet warna hitam dan ponsel.

Kemudian dari tangan DS diamankan barang bukti berupa alat hisap sabu, pipa kaca/pirek, handphone dan korek api gas.  Lalu dari tersangka EJ diamankan 2 pipa kaca/pirek, 2 alat hisap sabu, 4 sedotan, 2 korek api gas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu berdasarkan keterangan tersangka Eja Saputra Jaya, ia mengenal sabu baru beberapa bulan karena awalnya coba-coba dan sering membeli sekitar Rp100 ribu. "Saya belum lama pake, belinya Rp100 ribu," kata EJ.

Terhadap keempat tersangka dijerat pasal 112 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman maksimal 12 tahun penjara. (Puj/Lno)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT