Ekonom Apresiasi Kebijakan Stimulus Ekonomi Pemerintah Jelang Lebaran
- Istimewa
tvOnenews.com - Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara menilai kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus ekonomi menjelang Lebaran 2026 sangat tepat. Sebab hal itu dapat menjaga daya beli masyarakat.
Adapun stimulus ekonomi itu berupa bantuan pangan bagi 34,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diskon transportasi mudik, THR ASN yang tepat waktu, serta kepastian jaminan stok BBM dan LPG menjelang Lebaran.
"Kebijakan bantuan pangan bagi 34,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), diskon transportasi mudik, dan THR ASN yang tepat waktu, merupakan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat," kata Surya.
Sementara itu, kata Surya, kepastian pemerintah menjamin stok dan pasokan BBM dan LPG juga penting untuk menjaga agar harga kebutuhan sehari-hari tetap stabil. Karena apabila kedua komoditas ini tidak terkendali bisa memicu inflasi dan kepanikan massal.
"Kenaikan harga BBM dan LPG dapat memicu kenaikan harga komoditas lainnya. Maka penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga melalui program jaminan stok BBM dan LPG untuk mencegah inflasi yang tinggi," ujarnya.
Kemudian, menurut Surya, stimulus ekonomi berupa bantuan pangan yang terdiri dari beras 20 kg dan minyak 4 liter itu akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Inilah momentum negara hadir untuk melindungi masyarakat miskin agar mereka ikut merayakan Lebaran.
"Kebijakan ekonomi ini merupakan cerminan penggunaan anggaran belanja negara yang berpihak pada rakyat miskin. Sudah selayaknya negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat," terangnya.
Di samping itu, Surya juga mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Hal itu terlihat dari harga pangan yang masih dalam jangkauan daya beli masyarakat karena stok dan pasokannya terjaga.
"Harga pangan saat ini sudah terjaga dengan baik dan stabil. Harga terjaga dengan baik dan stabil, apabila harga yang ada hari ini masih dalam jangkauan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan," pungkasnya.(chm)
Load more