Nahas! 8 Orang Tewas Kecelakaan Kereta Api Kontra Minibus di Tebing Tinggi
- tim tvOne/tim tvOne
Tebing Tinggi, tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa nahas yang terjadi antara KA Sribilah Utama relasi Stasiun Rantau Prapat – Stasiun Medan dengan sebuah minibus. Insiden tersebut terjadi di perlintasan liar kilometer 83+300, tepatnya pada petak jalan antara Stasiun Laut Tador - Stasiun Tebing Tinggi, Rabu (21/1) pukul 18.24 WIB.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo menyampaikan rasa duka cita atas kondisi para korban dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.
"KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban. Harapan kami, musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api," kata Anwar.
Lebih lanjut Anwar mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali. Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga supir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan.
“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebing Tinggi. Sedangkan masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.
Selanjutnya petugas dari KAI bersama dengan polisi dibantu warga sekitar mengevakuasi kendaraan minibus agar bisa dijauhkan dari jalur kereta api. Sedangkan penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dievakusi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi. Sedangkan KA Sribilah Utama ditarik menuju Stasiun Tebing Tinggi oleh lokomotif penolong guna dilakukan perbaikan lokomotif.
”Setelah lokomotif berhasil diperbaiki, KA Sribilah utama diberangkatkan kembali dari Stasiun Tebing Tinggi tujuan Medan pukul 19.56 WIB dan mengalami kelambatan 84 menit. KAI Divre I Sumatera Utara meminta maaf kepada pelanggan KA Sribilah Utama atas kelambatan tersebut,” imbuhnya.
Para pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang diingatkan untuk selalu memastikan jalur benar-benar aman sebelum melaju. Tidak ada waktu yang lebih berharga daripada nyawa manusia, sehingga lebih baik kehilangan satu menit untuk waspada, daripada kehilangan keselamatan dalam satu menit yang tidak bisa terulang kembali.
“KAI Divre I Sumatera Utara mengajak peran serta seluruh masyarakat untuk turut peduli dan menjaga keselamatan dan keamanan bersama dengan lebih berhati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang,” pungkas Anwar. (Tim tvOne/tim tvOne)
Load more