GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantuan untuk Aceh Tertahan di Medan, Relawan Malang Bersatu Kecewa ke Pemerintah Sumut

Bantuan Relawan Malang Bersatu untuk korban bencana alam di Aceh sempat tertahan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara (Sumut). Pul
Senin, 29 Desember 2025 - 20:37 WIB
Perwakilan Relawan Malang Bersatu saat meninjau bantuan yang tertahan di gudang BPBD Sumut.
Sumber :
  • tim tvOne/Ahmidal Yauzar

Medan, tvonenews.com - Bantuan Relawan Malang Bersatu untuk korban bencana alam di Aceh sempat tertahan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara (Sumut). Puluhan ton bantuan logistik ini tertahan sejak, Minggu (21/12/2025) sampai hari ini, Senin (29/12/2025), karena persoalan administrasi dan biaya pengangkutan dari Pelabuhan Belawan ke Gudang BPBD Sumut yang diduga diminta pihak Pemprov Sumut.

Mahardika Brilliandi, perwakilan Relawan Malang Bersatu menjelaskan, sebelumnya bantuan tersebut dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kontainer dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Namun, saat relawan melakukan pengecekan di Pelabuhan Belawan, Medan, kontainer bantuan tidak ditemukan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berdasarkan data yang kami terima, kontainer tersebut tidak ada di Pelabuhan Belawan. Setelah kami telusuri, ternyata barang-barang bantuan itu dibawa ke gudang BPBD Sumut,” kata Dika saat diwawancarai, Senin (29/12/2025).

Setelah dilakukan pengecekan di gudang BPBD Sumut, Dika memastikan barang-barang tersebut merupakan bantuan masyarakat Jawa Timur yang dikumpulkan Relawan Malang Bersatu untuk disalurkan ke Aceh.

Akan tetapi, upaya melanjutkan pengiriman bantuan ke Aceh terkendala biaya administrasi pengiriman dari Pelabuhan Belawan ke gudang BPBD Sumut. Hal ini membuat relawan keberatan menanggung biaya tersebut, lantaran Dika menilai, kesalahan bukan berasal dari pihak mereka melainkan BPBD Sumut.

“Kami seharusnya mengambil bantuan ini di Pelabuhan Belawan. Tetapi pihak BPBD Sumut bersikukuh bahwa tanggung jawab ada di kami sebagai relawan dari Jawa Timur,” ujar Dika. 

Setelah dilakukan mediasi, pemerintah setempat melalui BPBD Sumut akhirnya bersedia menanggung biaya operasional pengiriman tersebut. Biaya pengiriman dari Pelabuhan Belawan ke gudang BPBD Sumut mencapai Rp1,2 juta per kontainer dengan total biaya untuk dua kontainer sebesar Rp2,4 juta. 

"Kami keberatan karena seharusnya itu bisa diatasi dari segi pemerintah karena sebagai percepatan penanganan bencana alam," ucap Dika. 

Menyikapi hal ini, Kepala BPBD Sumut, Tuahta Saragih, mengatakan persoalan itu terjadi akibat ketidaksesuaian data jumlah kontainer bantuan yang dikirim dari Surabaya. 

“Dari Surabaya berangkat 10 kontainer. BPBD Jawa Timur mengonfirmasi kepada kami hanya 10 kontainer. Kami tidak mengetahui ternyata ada 12 kontainer, dua di antaranya merupakan bantuan relawan,” ucap Tuahta saat dikonfirmasi via seluler.

Tuahta menerangkan, saat kapal tiba di Pelabuhan Belawan, hanya 11 kontainer yang sampai karena satu kontainer milik BPBD Jawa Timur tertinggal di Jakarta. Dari 10 kontainer yang tiba di Medan, sembilan merupakan milik BPBD Jawa Timur dan dua kontainer merupakan bantuan Relawan Malang. 

Menurut BPBD Sumut, dua kontainer milik relawan seharusnya tidak dikirim ke gudang BPBD Sumut oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). 

“Seharusnya yang dikirim ke gudang kami hanya sembilan kontainer. Dua kontainer milik relawan tidak kami minta untuk dikirim ke gudang BPBD Sumut. PT Pelni seharusnya membiarkan kontainer tersebut tetap berada di Pelabuhan Belawan hingga diambil relawan,” kata Tuahta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tuahta juga menyampaikan kewajiban pembayaran biaya pengiriman adalah PT Pelni, bukan BPBD Sumut. Kendati demikian, BPBD Sumut akhirnya menanggung biaya operasional tersebut demi kelancaran penyaluran bantuan. 

“Kami yang membayar karena ini demi kemanusiaan. Sekarang persoalan sudah clear," sebutnya. (Ayr/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Persija dan Timnas Indonesia Kena Dampaknya, Baru Datang, Mauro Zijlstra sudah Menepi

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dipastikan mendapat kabar kurang sedap. Salah satu penyerangnya Mauro Zijlstra, mengalami cedera saat memperkuat Persija -
Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Herdman Dipusingkan Absennya 7 Pilar Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia berpotensi tampil tanpa kekuatan penuh pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar 27-30 Maret 2026. Sekitar tujuh pemain berlabel Timnas terancam
Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Emil Audero dan Jay Idzes Jadi Omongan di Serie A, Bukti Kualitas Pemain Timnas Indonesia

Perhatian publik Tanah Air musim ini tak hanya tertuju pada kiprah Timnas Indonesia, tetapi juga performa para pemainnya di kompetisi elite Eropa. Di Serie A -
Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Tiga Bintang Timnas Indonesia Absen di FIFA Series 2026, Ini Daftarnya

Timnas Indonesia akan ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 27 dan 30 Maret mendatang. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai salah satu tuan -
Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Sesumbar Donald Trump Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran, Maka Ini yang Akan Dilakukan Amerika

Pernyataan lama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perbincangan hangat. Ucapan tersebut ramai dibahas ulang setelah serangan gabungan Amerika
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 

Trending

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Karier Mentereng di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Blak-blakan soal Perbedaan Pembinaan Voli di Luar Negeri dan Indonesia

Megawati Hangestri, yang memiliki pengalaman karier internasional di Korea dan Turki, ungkap perbedaan sistem pembinaan voli di luar negeri dibanding Indonesia.
Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Inginkan Rematch, Dricus du Plessis Klaim Sudah Temukan Celah Tumbangkan Khamzat Chimaev

Dricus du Plessis menyatakan siap menantang rematch melawan Khamzat Chimaev. Mantan juara kelas menengah UFC itu yakin telah menemukan kelemahan sang juara.
Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Berita Foto: Masjid Jami’e Darussalam di Tanah Abang Tampil Beda dengan Berkonsep Segitiga

Masjid Jami'e Darussalam di Jalan Kotabumi Ujung No. 23, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menghadirkan konsep arsitektur berbeda dengan bentuk bangunan segitiga. 
Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

Pihak Ibu Tiri Curiga Ayah Kandung Diduga Paksa Nizam Syafei Minum Air Mendidih

​​​​​​​Kasus Nizam Syafei memanas, kuasa hukum ibu tiri curiga ayah kandung diduga paksa Nizam minum air mendidih. Acong Latif ungkap dugaan kekerasan.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin usai kericuhan laga Persib vs Ratchaburi di ACL 2. Apakah Maung Bandung dijatuhi sanksi? Ini keputusan resmi dari AFC.
Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu Kiper Andalan Timnas Indonesia, Eks Pemain Arema FC Ini Kini Aktif Live di TikTok

Dulu jadi kiper andalan Timnas Indonesia, mantan pemain Arema FC ini kini aktif live di TikTok untuk berjualan keripik.
Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Siapa Sangka Takdir Megawati Hangestri Memang di Red Sparks: Dari Lawan Asian Games 2018 Menjadi Rekan Setim

Menghadapi pemain Red Sparks sebagai lawan di Asian Games 2018. Pertemuan kembali seolah menegaskan perjalanan takdir yang mempertemukan Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT