News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasien Keracunan Gas Tambang di Madina Mulai Membaik

ebanyak 21 pasien keracunan gas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Panyabungan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Senin (25/4/2022) sudah mulai membaik. Sebagian besar pasien hanya tinggal mengeluhkan sakit kepala ringan dan sakit perut
Senin, 25 April 2022 - 13:19 WIB
Pasien Keracunan Gas Tambang di Madina Mulai Membaik
Sumber :
  • Tim TvOne/Romulo

Mandailing Natal, Sumatera Utara - Sebanyak 21 pasien keracunan gas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Panyabungan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Senin (25/4/2022) sudah mulai membaik. Sebagian besar pasien hanya tinggal mengeluhkan sakit kepala ringan dan sakit perut.

Pasien keracunan gas yang dirawat di RSUD Panyabungan hingga Senin pagi masih dirawat di sejumlah ruangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan saat memeriksa kondisi para pasien menyebutkan kondisi para pasien sudah membaik dan stabil.

"Alhamdulillah umumnya sudah stabil semua, sudah jauh membaik, termasuk satu pasien yang dirawat di ruang ICU, sudah sadar. Semuanya ada 21 orang. Kalau untuk pulang mungkin setelah direkomendasikan dokter penanggungjawab baru boleh pulang,” terang Rusli Pulungan.

Rusli Pulungan menambahkan, yang dikeluhkan pasien rata-rata masih merasa pening, kadang sesak dan sakit perut.

Sementara itu salah satu keluarga pasien, Ucok menyebutkan kalau kondisi istrinya sudah membaik tapi belum bisa pulang.

"Dirawat di ruang anak di sana, sudah mendingan tapi belum bisa pulang, masih lemas mungkin besok akan lebih baik," ungkap Ucok.

Keracunan massal warga Desa Sibangggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi terjadi pada Minggu (24/4/2022) kemarin.

Kejadian berawal saat terjadi insiden pada pengeboran tambang panas bumi di Wellpad Tanggo, PT SMGP.

Semburan lumpur disertai asap hitam keluar dari lubang yang sedang dibor.

Diduga semburan lumpur tersebut disertai keluarnya gas beracun H2S atau gas Hidrogen Sulfida yang mengakibatkan warga yang bekerja di sekitar tambang mengalami keracunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belasan warga langsung merasa pusing, mual dan muntah setelah mencium bau menyengat, termasuk dua orang pekerja tambang.

Sementara itu, pihak berwenang baik dari perusahaan dan kepolisian hingga saat ini masih melakukan investigasi dan penyelidikan atas insiden tersebut. (Rsr/Nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT