News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Kunjung dapat Huntara, Korban Gempa Rela Hutang untuk Bangun Rumah Sederhana

Pascagempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat pasa 25 Februari lalu, membuat ribuan warga kehilangan rumah dan harta sekaligus nyawa.
Sabtu, 23 April 2022 - 00:14 WIB
Warga korban gempa bangun rumah sendiri
Sumber :
  • Tim tvOne/ Donal

Pasaman Barat, Sumatera Barat - Pascagempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat pasa 25 Februari lalu, membuat ribuan warga kehilangan rumah dan harta sekaligus nyawa. 

Setelah memasuki masa tanggap darurat selama 14 hari, saat ini sudah memasuki masa rehabilitasi dan akan masuk masa rekonstruksi. Sejumlah warga yang sudah didata, satu persatu mendapat bantuan hunian sementara (huntara) dari berbagai donatur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, tidak meratanya pembagian huntara tersebut, membuat beberapa warga merasa kurang diperhatikan. Salah seorang warga di Jorong Simpang Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya berinisiatif membangun rumah sederhana sendiri lantaran tidak kunjung mendapat bantuan. 

"Tetangga sebelah kami sudah dapat huntara, sedang kami belum. Padahal sudah banyak yang mendata bahkan minta surat Kartu Keluarga atau KTP untuk dibangun huntara, tapi kami tak kunjung juga," ungkap Jasril, salah seorang warga Pasaman Barat.

Dijelaskannya, rumah yang telah ia bangun berukuran 5 x 5 meter merupakan hasil pinjaman kepada salah seorang kerabat senilai Rp10 juta dan baru 4 hari. "Saya hutang Rp10 juta ke kerabat dan targetnya menjelang lebaran sudah selesai,” tambah pria muda ini.

Rumah sederhana ini terbuat dari sisa puing bangunan terdahulu. Sedangkan untuk bata, rangka baja ringan dan atap saja yang menggunakan bahan yang baru. 

"Sekarang sudah 70 persen selesai dan saya kerja hanya swadaya dengan adik dan teman saja,” imbuhnya dengan semangat.

Orang tua Jasril, Sarli mengatakan rumah ini akan dihuni 2 keluarga. Meski tergolong kecil, tapi cukup. "Pas saja untuk kami tempati walau sederhana. Dan ini hunian tetap,” ujar bapak usia senja itu.

Selain itu, mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah baru saat lebaran dari pada berpakaian baru. "Lebih baik rumah baru dari pada baju baru saat lebaran nanti,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inisiatif ini pun harusnya menjadikan semangat baru tanpa terlalu berharap kepada pemerintah yang saat ini masih dalam proses validasi data.

"Kita harap pemerintah setempat cepat memvalidasi data, terlihat pemerintah setempat gamang menghadapi ini,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat yang juga anggota DPD RI Emma Yohana. (dml/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT