News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ritami Berharap Anaknya Segera Dievakuasi dari Bunker Pabrik di Ukraina

Keluarga dari WNI yang masih terjebak di bunker pabrik plastik di Chernihiv, Ukraina, terus berharap agar keluarga mereka segera dievakuasi oleh Kedubes RI.
Kamis, 10 Maret 2022 - 12:14 WIB
Ritami saat memegang foto anaknya.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Taufik

Binjai, Sumatera Utara - Keluarga dari sembilan WNI yang masih terjebak di bunker pabrik plastik di Chernihiv, Ukraina Utara, terus berharap agar keluarga mereka segera dievakuasi oleh kedutaan besar RI dan dibawa ke lokasi yang aman. 

Hal ini disampaikan Ritami, warga Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai saat ditemui awak media di rumahnya pada Kamis (10/3/2022). Ritami merupakan ibu dari Muhammad Raga Prayuda yang termasuk dalam sembilan WNI terjebak di antara perang Rusia-Ukraina. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Raga itu anak baik yang selalu ikut membantu saya berjalan keliling dari sejak kecil," ucap Ritami dengan nada sedih membayangkan situasi anaknya di dalam konflik peperangan Rusia-Ukraina. 

Ritami menjelaskan, Raga merupakan anak pertamanya yang sejak kecil selalu membantu dirinya berjualan keliling hingga akhirnya dia memutuskan untuk bekerja di pabrik plastik di Ukraina agar bisa membantu perekonomian sang ibu. 

"Selama ini Raga selalu mengirimkan sebagian hasil kerjanya ke saya, tapi dengan situasi dia begini saya jadi cemas memikirkan keselamatannya, karena situasi akses jalan di sana yang juga sudah hancur, sehingga menyulitkan evakuasi," sambung Ritami. 

Jika nanti Raga sudah kembali, Ritami akan membebaskan anaknya jika ingin bekerja kembali ke luar negeri. Tapi harus dengan jalur resmi sehingga memudahkan semua urusan jika terjadi sesuatu di negeri orang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya cuma bisa berdoa dan berharap anak saya kembali dalam keadaan sehat, tapi jika nanti sudah kembali saya masih membebaskan anak saya jika memang dia masih mau bekerja ke luar negeri, yang penting harus resmi diketahui negara," harap Ritami. 

Muhammad Raga Prayuda sudah bekerja di Ukraina hampir tiga tahun. Rencananya ia akan kembali ke tanah air setelah kontrak kerjanya berakhir pada bulan September mendatang. (Taufik Hidayat/Wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT