News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diterjang Hujan Deras dan Longsor, Jalan Lintas Sumatera Jambi-Padang Putus Total

Kepala BPDB Bungo, Zainadi saat dikonfirmasi membenarkan putusnya jalan nasional tersebut akibat banjir sehingga saluran air yang berada di bawah jalan tidak sanggup menampung derasnya air.
Minggu, 2 Maret 2025 - 23:19 WIB
Jalan Lintas Sumatera putus total.
Sumber :
  • Darlianto

Bungo, tvOnenews.com - Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Penguhubung Provinsi Jambi – Provinsi Sumbar putus total di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Minggu (2/3/2025).

Putusnya jalan tersebut akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir yang mengguyur hujan. Akibatnya, aliran sungai yang berada di sekitar lokasi meluap dan mengakibatkan banjir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Kepala BPDB Bungo, Zainadi saat dikonfirmasi membenarkan putusnya jalan nasional tersebut akibat banjir sehingga saluran air yang berada di bawah jalan tidak sanggup menampung derasnya air. Sehingga air memotong jalan hingga terputus total.

 

“Itu air sungai kecil yang banjir, polongan ada tapi mungkin kecil sehingga tidak cukup menampung debit banjir yang tinggi,” ujar Zainadi.

 

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi kepada pihak Balai yang bertanggung jawab terhadap jalan tersebut. Langkah awal, BPBD Bungo juga sudah turun ke lokasi kejadian dan melakukan pemasangan garis batas aman.

 

“Jalan ini merupakan tanggung jawab PJN Nasional, kami sudah menghubungi dan pihak PJN sudah menuju ke lokasi kejadian,” tuturnya.

 

Hingga kini jalan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui, Zainadi menghimbau kepada pengguna jalan untuk mengambil jalur alternatif, seperti melalu jalur Sangir, Solok Selatan atau bagi kendaraan kecil bisa melewati jalur alternatif di wilayah Sumber Sari hingga keluar di Simpang Rantau Ikil.

 

“Kami belum mengetahui apakah pihak PJN nanti membangun jalur darurat sementara atau langsung melakukan pengerjaan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kabupaten Bungo, Muhammad Zen saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa pihaknya belum mengambil tindakan untuk antisipasi macet atau pengarahan kepada pengguna jalan untuk menggunakan jalan alternatif.

 

Dishub Bungo akan segera melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada pihak PUPR Bungo dan Balai Provinsi untuk mengambilan langkah selanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

“Inikan tanggung jawab nasional, jadi kami koordinasi dulu sebelum mengambil tindakan. Nanti biar tidak salah karena itu bukan wewenang kami,” kata M Zen. (dar/nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT