News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Menjadi Negara Nomor 1 Penderita Kanker Serviks Tertinggi di ASEAN

Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) resmi diluncurkan di Hotel Santika Kota Medan. Acara ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, dan Guru Besar Kesehatan Masyarakat, Prof Ayu Pitaloka Pasaribu.
Rabu, 24 Juli 2024 - 17:05 WIB
Kanker serviks menjadi pembunuh nomor 1 di Indonesia.
Sumber :
  • Sri Gustina Hasan

Medan, tvOnenews.com - Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) resmi diluncurkan di Hotel Santika Kota Medan. Acara ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, dan Guru Besar Kesehatan Masyarakat, Prof Ayu Pitaloka Pasaribu.

Acara ini juga dihadiri oleh para blogger dan jurnalis Kota Medan yang turut berpartisipasi dalam mendukung program ini melalui platform dan medianya masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BIAS merupakan program rutin yang bertujuan untuk memberikan imunisasi kepada anak-anak sekolah dasar yang menyasar dari kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) guna mencegah penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi HPV (Human Papiloma Virus).

Dalam sambutannya, Plt Kadiskes Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan pentingnya program ini bagi kesehatan anak-anak di Sumatera Utara.

"Program BIAS adalah langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan anak-anak kita. Dengan memberikan imunisasi yang lengkap, kita dapat mencegah penyebaran penyakit yang berbahaya dan memastikan generasi penerus kita tumbuh dengan sehat dan kuat," ujar Basarin Yunus Tanjung, Rabu (24/7/2024) di Hotel Santika Medan.

Sementara itu, Prof Ayodhia Pitaloka Pasaribu, yang juga hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya peran serta orang tua dan masyarakat dalam menyukseskan program ini.

“Imunisasi adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan anak-anak. Dukungan dari orang tua dan masyarakat sangat krusial dalam memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi yang diperlukan. Mari kita bersama-sama mendukung program BIAS ini demi masa depan yang lebih sehat," kata Prof Ayu Pitaloka.

Diketahui, Indonesia menjadi negara nomor 1 yang mengalami penderita kanker serviks tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN). Tercatat 2 nyawa wanita melayang dalam 2 menit akibat penyakit kanker leher rahim tersebut, setelah kanker payudara diurutan ke 2.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara ini juga menjadi ajang diskusi antara pihak kesehatan dengan para blogger dan jurnalis yang memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya imunisasi.

Para blogger dan jurnalis yang hadir diharapkan dapat membantu menyebarkan pesan positif tentang program BIAS kepada masyarakat luas melalui tulisan dan konten media sosial.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT