News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Pemilu, Danrem 031/WB : Prajurit TNI Jangan Bermain di Pemilu 2024, Sanksi Menanti

Brigjen Dany juga menuturkan, TNI harus netral dalam Pemilu sesuai petunjuk Panglima TNI sebagaimana peraturan yang telah ada selama ini.
Senin, 8 Januari 2024 - 18:59 WIB
Komandan Korem 031 Wira Bima Pekanbaru Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan Bersama Komisioner KPUD Riau.
Sumber :
  • M Arifin

Pekanbaru, tvOnenews.com - Komandan Korem 031 Wira Bima Pekanbaru, Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan, bersama Komisioner KPUD Riau, mengajak seluruh Prajuritnya untuk netral di Pemilu 2024 Senin (8/1/2024).

“Saya mengajak dan menekankan seluruh prajurit dan PNS untuk tetap menjalankan aktivitas dengan semangat dan gembira, serta berfokus pada tugas pokok masing-masing, meskipun situasi politik dan perkembangan Pemilu menjadi perbincangan di media sosial," kata Danrem 031 Wira Bima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Brigjen Dany juga menuturkan, TNI harus netral dalam Pemilu sesuai petunjuk Panglima TNI sebagaimana peraturan yang telah ada selama ini.

Bahkan Jenderal TNI berpangkat bintang satu itu juga berpesan, agar TNI di Provinsi Riau melaksanakan tugasnya sesuai pokoknya masing-masing. Kemudian itu juga menjalankan tugasnya dengan ikhlas, jangan ada keluhan dan rasa keterpaksaan.

“Untuk kegiatan dan program ke depan segera direncanakan dengan baik dan dibuat laporannya dengan jelas," kata Danrem.

Selain menyinggung tentang netralitas TNI dalam konteks politik, orang nomor satu di Makorem 031 Wira Bima tersebut, juga mengingatkan bahwa pentingnya kewaspadaan dan kepekaan terhadap situasi dan lingkungan  tentang kejahatan dan kriminalitas yang semakin merajalela.

Ia mengimbau, agar seluruh anggota TNI waspada serta menghindari perilaku yang arogan. Pengawasan terhadap keluarga juga diingatkan, khususnya untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam perilaku negatif seperti minuman keras dan narkoba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya sangat yakin anggota kita tidak melakukan hal-hal tersebut, buktinya tidak ada personel kita yang melakukan pelanggaran baik itu disiplin serta melakukan politik praktis dan sebagainya," tegas Brigjen Dany.

Dirinya berharap hal-hal negatif tidak menimpa personelnya selama dirinya menjabat sebagai Danrem dan saat pesta demokrasi sedang berlangsung. (man/nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT