News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pekatnya Kabut Asap di Mariana Banyu Asin, Ancam Kesehatan Para Pelajar

Pekatnya kabut asap di Mariana Banyuasin, Sumatera Selatan, mengancam kesehatan para pelajar. Walaupun berkabut asap, semangat belajar mereka tetap berkobar.
Selasa, 26 September 2023 - 10:35 WIB
Pekatnya kabut asap yang terjadi di Mariana Banyuasin.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Rizal

Banyuasin, tvOnenews.com - Kabut asap yang tebal dan mencekam melanda Mariana Banyuasin, Sumatera Selatan, menghadirkan tantangan serius bagi sejumlah warga dan pelajar di daerah tersebut. Kabut asap ini semakin tebal dari hari ke hari, dan mengharuskan semua orang untuk berhati-hati dalam menghadapi dampaknya.

Para pelajar di Kelurahan Mariana Banyuasin 1 tetap bersemangat untuk pergi ke sekolah meskipun harus menghadapi kabut asap yang menyelimuti wilayah mereka. Walau badan mereka terlilit oleh kabut asap, semangat untuk belajar tetap berkobar. Mereka terpaksa keluar rumah, walaupun kabut asap semakin parah terutama pada pagi dan malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang warga Mariana yang dikenal dengan nama "Woto" mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, dia terpaksa menghirup udara yang penuh kabut asap. Tidak ada aktivitas yang dapat dilakukan tanpa keluar rumah, dan inilah yang memaksa mereka untuk berani keluar walaupun risiko kesehatan. Secara visual, kualitas udara di Mariana Banyuasin 1 sudah mencapai level yang tidak sehat. Kabut asap semakin pekat, seperti yang diungkapkan oleh Woto.

Menurutnya, kondisi di daerah Sambirejo, Banyuasin, sudah tidak sehat. Kabut asap menyebabkan kesulitan bernafas, terutama bagi anak-anak dan balita. Kabut asap dapat membahayakan kesehatan anak-anak kecil jika terus dihirup.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum memberikan instruksi untuk meliburkan sekolah di Banyuasin, Sumatera Selatan. Kabut asap ini telah menyelimuti beberapa wilayah di Sumsel, dan masyarakat mencoba mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan lebih lanjut.

Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Sumatera Selatan telah mencapai ribuan, dengan peningkatan yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu penyebab utama peningkatan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih terus terjadi, dan kabut asap akan terus mengancam. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas udara agar tetap stabil di bawah batasan rata-rata 150 demi kesehatan masyarakat.

(srl/fna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT