News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berantas PETI, Polres Kerinci Tangkap 5 Penambang di Kawasan Hutan TNKS

Tim Gabungan Polres Kerinci dan TNKS berhasil menangkap 5 penambang emas atau gurandil ilegal di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupak
Kamis, 14 September 2023 - 15:47 WIB
Kerusakan Hutan TNKS di Lokasi Penambangan Emas Ilegal di Wilayah Tamiai Kerinci
Sumber :
  • Tim TvOne/Arizal Antoni

Kerinci, tvOnenews.com - Tim Gabungan Polres Kerinci dan TNKS berhasil menangkap 5 penambang emas atau gurandil ilegal di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan Wilayah Adat Depati Muaro Langkap Tamiai, Kabupaten Kerinci, Jambi.

5 tersangka tersebut adalah Dw (43) warga Desa Tanjung Benuang Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Her (32) warga Desa Bungo Tanjung Hilir Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin, Iwan (29) warga Desa Bukit Perentak Kecamatan Perentak Kabupaten Merangin, AJ (31) warga Desa Bukit Perentak Kecamatan Perentak Kabupaten Merangin dan Syahrial (49) warga Bungo Tanjung, Pangkalan Jambu, Merangin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan ini dilakukan setelah aparat dari kepolisian Polres Kerinci mendapatkan laporan terkait adanya kegiatan penambangan secara ilegal di kawasan hutan TNKS di Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Selanjutnya, tim gabungan yang tediri dari Polisi dan TNKS bergerak menuju lokasi dan melakukan Patroli aktivitas Penambang Emas Ilegal (PETI), di Sungai Penetai, Desa Serpih, Batang Merangin, Kerinci, Senin (11/9/2023) malam.

Saat melakukan patroli, tim gabungan berhasil mengamankan 5 orang penambang Emas ilegal yang merupakan warga dari daerah luar Kerinci yakni warga dari Perentak, Kabupaten Merangin dan berikut barang bukti 1 gram emas dan alat dulang. 

Dari 5 orang yang diamankan Polres Kerinci, salah satu di antaranya merupakan adik Kades Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambu, Merangin bernama Syahrial. 

Sementara itu, Polres Kerinci bersama TNKS, dihadiri orang adat Tamiai melakukan gelar perkara kasus 5 penambang pada Rabu (13/09/2023) siang. 

Kepala Seksi TNKS Nurhamidi dikonfirmasi membenarkan, bahwa ia diundang Polres Kerinci dalam gelar perkara kasus penambang emas dalam kawansan TNKS tersebut. 

"Iya, kita diundang dalam gelar perkara tersebut tadi siang,untuk hasil silakan tanya Polres Kerinci, namun informasinya kasus ini tetap lanjut karena memenuhi unsur, " jelasnya. 

Beberapa tahun belakangan aktivitas penambangan emas secara ilegal di kawasan hutan TNKS memang marak terjadi, kegiatan penambangan emas secara ilegal berpotensi terjadinya kerusakan hutan dan pencemaran air sungai sehingga merusak ekosistem. 

Nurhamidi selaku Kepala Seksi Wilayah Kerinci mengatakan, Pihak TNKS mendukung langkah Polres Kerinci untuk memberantas aktivitas PETI di kawasan TNKS.

"Ya, kita dukung penuh Polres Kerinci dan menindak sesuai undang-undang yang berlaku," ungkap Nurhamidi. 

Menurut beberapa sumber dan data yang di himpun, saat ini ada belasan alat berat yang melakukan penambangan secara ilegal di dalam kawasan hutan TNKS, sedangkan di kawasan ulayat adat Depati muaro langkap Desa Tamiai,yang merupakan perbatasan Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin yakni di Penetai

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan lima orang penambang yang di amankan di polres Kerinci, hingga saat ini pihak Polres Kerinci belum memberi keterangan hasil gelar perkara tersebut. Apakah kelima penambang tersebut dilepas atau ditahan. 

Namun menurut hukum dan undang undang yang berlaku para tersangka ini bisa dijerat dengan pasal 89 ayat (1) UURI Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.(aai/haa) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT