News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipecat Karena Narkoba, Mantan Polisi Diciduk karena Mengedarkan Uang Palsu di Sejumlah Wilayah Bangka Belitung

"Mantan polisi dipecat karena narkoba, ditangkap edarkan uang palsu di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Ditangkap dan ditahan untuk penyidikan lebih lanjut."
Sabtu, 29 Juli 2023 - 19:10 WIB
Sejumlah uang palsu diedarkan pelaku di Bangka Belitung.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Frendy

Bangka, tvOnenews.com - Seorang mantan anggota polisi yang sebelumnya dipecat karena penggunaan narkoba, terjerat kasus mengedarkan uang palsu di beberapa wilayah Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hady Sachbandi, yang juga dikenal dengan nama Erlan, berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian dari Polsek Puding Besar di kontrakannya di Sungailiat pada Rabu (26/07/2023) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erlan diduga telah mengedarkan uang palsu senilai Rp. 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah) yang ia gunakan untuk membeli 6 jerigen BBM pertalite sebanyak 120 liter.

"Ia (Erlan) mendatangi sebuah toko di Desa Puding Besar pada pukul 09.00 WIB, dan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian kepada pemilik toko," ucap Kapolsek Puding Besar, Iptu Haris Diyanto Tompubolon pada Sabtu (29/07/2023).

Pelaku menggunakan modus operandi dengan berpura-pura menjadi seorang anggota polisi yang pernah menolong korban. Tujuannya adalah untuk mengelabui korban.

"Setelah berbincang dengan korban, pelaku mengutarakan keinginannya untuk membeli BBM dengan jumlah yang cukup besar. Lalu, pelaku meminta korban menemaninya ke ATM untuk mengambil uang yang harus dibayarkan," jelas Iptu Haris.

Namun, korban merasa curiga dengan uang yang diberikan oleh pelaku. Oleh karena itu, ia meminta satpam di ATM tersebut untuk memeriksa keaslian uang tersebut.

"Menurut korban, pelaku menukar uang palsu dengan uang asli yang berada di dalam tasnya, agar tidak menimbulkan kecurigaan satpam bank," ungkapnya.

Setelah itu, pelaku mengantar korban pulang dan memberikan uang sebesar 1,4 juta untuk membayar BBM yang telah dibeli. Namun, ketika sampai di rumah, korban masih merasa curiga dan memperlihatkan uang tersebut kepada istrinya dan temannya.

"Mereka berdua juga merasa curiga bahwa uang tersebut palsu, tetapi ketika hendak mendekati pelaku, pelaku sudah melarikan diri," ujar Iptu Haris.

"Ia (Erlan) memang dulunya adalah anggota polisi, tetapi dipecat karena terlibat kasus narkoba," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Polres Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

(fpa/fna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT