News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Kunjung Mendapat Jadup Dari Pemerintah, Warga Transmigran di Pali Berniat Jual Tandon Air

Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) transmigran di Dusun 10, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, Sumsel, keluhkan 3 bulan jaminan hidup
Jumat, 19 Mei 2023 - 16:50 WIB
Warga Transmigran saat mengeluhkan Jadup
Sumber :
  • Tim TvOne/Boris

Pali, tvOnenews.com - Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) transmigran di Dusun 10, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Pali, Sumsel, keluhkan 3 bulan jaminan hidup (Jadup) belum tersedia dari Pemerintah. Warga transmigran saat ini rela menjual beras dalam mencukupi kebutuhan, bahkan akan nekat menjual fasilitas rumah seperti tandon air jika jadup belum tersedia.

Ditemui Kamis (18/05/2023) transmigran di Desa Tempirai Selatan, mengeluhkan jadup yang hingga saat ini belum didapat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang diungkapkan, Sutrisno yang berasal dari Kendal, Jawa Tengah, bahwa dia beserta keluarga, sejak pertengahan Desember 2022 lalu menempati salah satu rumah di permukiman transmigran ini. Dia juga mengatakan jika di awal datang Pemerintah menjanjikan akan mendapat jadup berupa sembako selama 18 bulan, namun dirinya mengaku baru menerima jadup hanya satu kali.

"Keluhan kami sambako kenapa kok bisa telat, sampai 3 bulan. Adapun yang lancar hanya beras, setiap bulan kita terima. Yang menangung jawab i kami disini adalah Ka UPT, namun Ka UPT nya saja jarang nengok, kadang kelihatan hanya pada saat pembagian sembako." katanya.

Sama halnya juga dengan Ibnu, salah seorang warga dipermukiman transmigran, yang berharap semoga saja jadup ini akan didapat. Selain itu dia beserta warga dipermukiman transmigran menyebut akan nekat menjual fasilitas rumah seperti tandon air jika belum mendapat jadup, dengan beralasan uangnya akan dibelanjakan untuk kebutuhan hidup.

"Bila tak kunjung mendapat jadup ini, mungkin kami akan menjual tandon air, karena kenapa ada beras tapi untuk lauknya ngga ada, cuman kami kan menunggu kepastian  gimana, namun jika ada, mungkin bisa dijual, dan jika sudah dijual uangnya nanti pasti untuk kebutuhan sehari-hari. Kalo beras yang dari provinsi itu lancar kami terima, tetapi sudah kami jual sedikit dan uangnya kami belikan lauk." ungkapnya (bls/lno)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT