News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polusi Udara, Warga Aceh Barat Keluhkan Debu Batu Bara Tambang dan Dua PLTU Perusahaan Diminta Bertanggung Jawab

Polusi udara, warga Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sudah tak tahan dengan kotoran dari debu batubara di lingkungan mereka.
Sabtu, 15 April 2023 - 00:57 WIB
Asap Pembakaran PLTU di Aceh Barat
Sumber :
  • Chaidir Azhar

Aceh Barat, tvOnenews.com - Polusi udara, warga Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, sudah tak tahan dengan kotoran dari debu batubara di lingkungan mereka.

Polusi udara itu diduga ulah dari satu perusahaan tambang dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di sekitar tempat tinggal mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga setempat, Siddiq mengatakan, menjelang magrib debu tiu jelas terlihat berterbangan dari arah PLTU dan perusahaan tambang di sana, membuat lantai dan kaca jendela kotor. Penduduk disana kian kewalahan jika setiap hari harus berurusan dengan masalah serupa.

"Sudah kita lakukan, tidak juga bisa diatasi debu tersebut agar tidak terhinggap di rumah kami, mereka sudah tidak bersaudara lagi kalau seperti ini," kata Siddiq pada Sabtu (15/4/2023) dini hari.

Dikatakannya, dugaan dalangnya ialah PLTU 1 dan 2 dan PT. Mifa bersaudara, sejak perusahaan itu beroperasi udara di lingkungan Desa Peunaga Cut Ujong sudah tak bagus lagi. Ditambah PLTU 3 dan 4 menambah derita warga disana, walau baru beroperasi tapi dampak polusi sudah cukup terasa, membuat warga tak nyaman tinggal disana.

"Saya berharap mereka harus bertanggung jawab atas kejadian menimpa Dusun Pertanian di Perumahan Sheep, jangan hanya mengambil untung diatas penderitaan kami," keluh Siddiq.

tvonenews

Menurutnya, debu tersebut tak sehat kalau dihirup oleh manusia setiap hari, apalagi anak anak, bisa saja membahayakan pernafasan mereka yang masih begitu sehat. Salah satunya membuat sesak, belum lagi lingkungan yang kotor dampak dari beroperasinya sejumlah perusahaan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Debu itu akan menyebabkan sesak bagi anak-anak, sedangkan anak kami masih kecil-kecil dirumah, setiap kaki kami menyentuh lantai terlihat hitamnya debu batu bara yang menempel. Masyarakat di komplek juga merasakan udara-udara yang tidak baik bagi kesehatan apalagi untuk anak-anak balita," sebutnya.

Dirinya berharap, ketiga perusahaan tersebut harus melihat langsung dan mencari solusi terkait pencemaran debu yang sudah sangat meresahkan masyarakat di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. (Kha)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT