News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisruh Soal Air Bersih, Epyardi Asda Sebut Tak Ada Ancaman

Bupati Solok Epyardi Asda membantah jika dari awal dirinya dituding telah melakukan pengancaman terkait penutupan distribusi air bersih ke Kota Solok.  Katanya,
Rabu, 12 April 2023 - 18:55 WIB
Kisruh Soal Air Bersih, Epyardi Asda Sebut Tak Ada Ancaman
Sumber :
  • tim tvone - wahyudi agus

Solok, tvOnnews.comBupati Solok Epyardi Asda membantah jika dari awal dirinya dituding telah melakukan pengancaman terkait penutupan distribusi air bersih ke Kota Solok

Katanya, yang dia lakukan murni meminta Pemko Solok untuk menjalankan kewajiban membayar restribusi air yang berasal dari kabupaten yang dia pimpin, persisnya dari pemanfaatan sumber mata air Sungai Guntung, Tabek Puyuah, Aia Tabik dan Barang Sumani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Siapa yang mengancam dan bergaya premanisme, yang saya lalukan hanyalah meminta Solok kota untuk menjalankan kewajibannya membayar restribusi air bersih, ini kami lakukan lantaran ada temuan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait macetnya pembayaran tagihan air dari Kota Solok,” katanya saat dikonfirmasi via telepon selular, Rabu (12/4/2023)

Epyardi yang sedang berada di Jakarta ini menambahkan, temuan BPK tersebut selain macetnya pembayaran juga karena pihak Pemko Solok selama ini tidak menggunakan meteran dalam mengambil air bersih dari kabupaten, yang hingga saat ini banyak kejanggalan dalam kontrak kerjasama yang dibuat oleh pemerintah sebelum dia.

“Saya tahu ini karena temuan BPK tadi sehingga saat jajaran saya, saya perintahkan untuk mengurusi itu (persoalan air) ternyata banyak kejanggalan yang saya temukan dan wajar lah saya meminta pertanggung jawaban pihak Kota Solok,” kata Epyardi lagi.

Selain itu, rencana bakal menutup sumber air dari kabupaten yang didistribusikan ke Kota Solok bukanlah keinginan dia selaku orang nomor satu di kabupaten. 

tvonenews

Melainkan, hasil rapat dengan semua pemangku kebijakan, kecamatan beserta seluruh Wali Nagari yang ada di kabupaten tersebut.

“Malah saya yang mencegah agar warga kami tidak tersulut dengan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan terutama menyebutkan kami mengancam. Saya bilang ke 74 Wali Nagari, untuk tidak menutup dulu sumber air di kampung kita, karena kita ingin lihat dulu itikad baik dari Pemko Solok untuk melakukan kewajiban pembayaran,"
 
- Persoalan Berawal Dari Munculnya Temuan BPK RI

Hal ihwal munculnya persoalan ini dan membuat hubungan antara Kabupaten Solok dengan Kota Solok ini menjadi bak api dalam sekam lantaran tidak adanya kontribusi pembayaran restribusi penggunaan sumber air bersih yang digunakan PDAM Kota Solok, sesuai Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemerintahan Kabupaten Solok.

Bupati menyebutkan bahwa banyaknya perjanjian-perjanjian lama yang dilanggar oleh PDAM Kota Solok, bahkan PKSnya sangat merugikan Kabupaten Solok. Diantarana perjanian tersebut terdapat beberapa point yang disepakati dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), banyak yang tidak ditepati oleh PDAM Kota Solok.

“Salah satunya terkait pembayaran restribusi ke Pemkab Solok. Bahkan, Water Meter yang di pasang sudah tidak berfungsi sama sekali. Sehingga kontibusi yang diberikan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Solok  retribusi atau pajak air tanah PDAM Kota Solok tanpa hitungan perkubik atau lebih tepatnya ‘Etong Tongkong’ (dibulatkan) saja,” sesal Epyardi.

Bahkan Water Meter yang dipasang di sumber mata air milik Kabupaten Solok itu dikuasai dan dikelola sendiri oleh PDAM Kota Solok. 

"Mendudukkan persolan itu, Pemkab Solok sudah berkali-kali melakukan dialog dengan Pemko Solok terkait persoalan perjanjian lama yang diduga bermasalah, tetapi, tetap saja diabaikan," ujarnya.


“Jika semua opsi dan jalan keluar telah kita berikan namun masih saja tidak digubris, wajar kan rakyat saya bereaksi dengan berencana menutup sumber air tersebut, karena air itu juga milik rakyat dan uang yang dihasilkan dari pengolahan air yang digunakan Kota Solok kan juga untuk kebutuhan masyarkat banyak, yang masuk dalam PAD kita,” sambung pyardi lagi.

Epyardi menyayangkan sekali isi dalam perjanjian lama, katanya, perjanjian itu banyak merugikan Kabupaten Solok. Salah satunya, Kota Solok setelah direvisi hanya membayar 910 rupiah perkubik,  bahkan sebelumanya Kota Solok hanya membayar 300 rupiah perkubik.

“Sumber air kita yang punya, mereka jual air kita sampai 6000 rupiah perkubiknya kepada pelanggannya, ini jelas sangat-sangat merugikan kita. Yang lebih miris lagi warga kami di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, mereka pun menjadi pelanggan PDAM Kota Solok yang jumlahnya ribuan pelanggan, yang bayar tagihan kepada mereka, padahal itu warga kita, Ini sungguh saya tidak mengerti dengan perjanjian lama itu,” sesalnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait pernyataan Epyardi Asda terkait rencana menutup sumber air untuk Kota Solok pada 7 April 2023 yang lalu, yang dikomentari oleh salah satu anggota DPRD Kota Solok, Leo Murphy, Epyardi Asda hanya menanggapi dengan datar karena dirinyas selaku bupati tidak pernah mengeluarkan ancaman apapun, selain hanya meminta komitmen Kota Solok terkait pembayaran air.

“Itu biasalah, apapun yang saya lakukan pasti menuai banyak komentar. Yang terpenting bagi saya semua yang saya lakukan, seperti meminta tagihan pembayaran air ini, demi masyarakat saya juga dan bukan keinginan saya pribadi. Banyak hal yang mesti saya bereskan di kabupaten ini terkait sejumlah kerjasama pengelolaan aset yang terjadi sebelum saya menjabat yang mesti saya bersihkan, yang semuanya serba tidak jelas,” tutup Epyardi Asda. (yud/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT