News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Korban Suheri dan Riana Sempat Diajak Ikut Proyek Pembangunan Rumah Mbah Slamet

Rian Aditya Mahendra (28), anak pertama dari pasangan suami istri Suheri dan Riani, korban pembunuhan berantai Mbah Slamet mengaku diajak untuk ikut mengerjakan proyek pembangunan rumah milik dukun pengganda uang tersebut
Rabu, 12 April 2023 - 12:16 WIB
Korban Mbah Slamet Banjarnegara Suheri dan Riana saat dimakamkan
Sumber :
  • Tim TvOne/ Pujiansyah

Pesawaran, tvOnenews.com - Rian Aditya Mahendra (28), anak pertama dari pasangan suami istri Suheri dan Riani, korban pembunuhan berantai Mbah Slamet mengaku diajak untuk ikut mengerjakan proyek pembangunan rumah milik dukun pengganda uang tersebut.

Namun, ajakan orangtuanya tersebut ditolak oleh Rian, lantaran dirinya telah memiliki keluarga dan tidak tinggal serumah dengan orangtuanya. Ia hanya mengerjakan desain pembangunan rumah Mbah Slamet.

"Kita diajak nggak mau. Pertama berangkat kesana itu bangun masjid. Kemudian membangun rumah pelaku Mbah Slamet," kata Rian Aditya Mahendra, usai pemakaman orang tuanya, Selasa (11/4/2023).

Rian mengungkapkan, bahwa orang tuanya membangun rumah dua lantai di bagian belakang rumah Mbah Slamet. Orangtuanya sempat dua kali bolak-balik Pulau Jawa untuk mengerjakan proyek pembangunan.

"Orang tua mengajak saya ada proyek. Saya cuma bantu gambar saja untuk desain bagian belakang rumah saja. Kemudian orang tua berangkat kesana," ungkapnya.

Saat berangkat, lanjut Rian, kedua orang tuanya menggunakan mobil. Namun saat ini mobil tersebut telah hilang dan tidak diketahui keberadaannya.

"Bapak kesana bawa mobil. Kami kurang tahu sekarang mobilnya di mana. Sebab, pada tanggal 7 September 2021 sempat video call di dalam kendaraan bilang mau pulang ke Lampung," ucapnya.

Rian menjelaskan keberangkatan terakhir orangtuanya yakni pada pertengahan tahun 2021. Sejak hilang kontak, pihak keluarga kebingungan untuk mencari lokasi keberadaan korban.

"Waktu hilang kontak, kita sudah sempat mencari. Tapi kan kita tidak tahu lokasi proyek itu dimana. Beliau hanya memberitahu gambar mau ada proyek di Jawa. Tapi kan Jawa itu luas," jelasnya.

Rian pun mengaku sangat kaget dan terpukul atas peristiwa yang menimpa orangtuanya. Pihak keluarga menyerahkan semua proses hukum ke pihak kepolisian,"

"Kalau untuk pihak kepolisian yang pasti kami meminta agar pelaku dihukum yang seberat-beratnya," pungkasnya.(puj/cai)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT