News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Debit Air Semakin Tinggi, Korban Banjir di Sidrap Mulai Mengungsikan Barang-barang Berharganya

Debit air semakin tinggi merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Sidrap. Hal ini karena luapan danau Sidenreng dan danau Tempe, Kabupaten Sidrap. Oleh sebab
Sabtu, 7 Januari 2023 - 23:30 WIB
Debit Air Semakin Tinggi, Korban Banjir di Sidrap Mulai Ungsikan Barang-barang Berharganya
Sumber :
  • tim tvone/Rusli

Sidrap, tvOnenews.com - Debit air semakin tinggi merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Sidrap. Hal ini karena luapan danau Sidenreng dan danau Tempe, Kabupaten Sidrap. 

Oleh sebab itu, sebagian warga yang merupakan korban banjir mengantisipasi ketinggian debit air dengan mulai mengungsikan barang-barang berharga mereka, ke tempat yang lebih tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk antisipasi kami membawa benda benda eletronik yang tidak bisa terkena air," ujar seorang warga Kelurahan Wette"e, Rahmawati yang ditemui di lokasi banjir, Sabtu (7/1/2023) malam.

"Untuk kami sendiri belum mengungsi karena masih melihat ketinggian air jika sudah mencapai empat meter mungkin kami akan segera mengungsi menyusul warga lain yang sudah terlebih dahulu mengungsi ke rumah keluarga mereka," lanjut Rahmawati.

tvonenews

Seperti diketahui, Kelurahan Wette'e merupakan wilayah paling terdampak bencana banjir, di mana sekitar 169 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mulai mencapai 3 meter. 

Bahkan dari pantauan tvonenews.com, rumah-rumah warga ini memang berada di antara danau Sidenreng di Kabupaten Sidrap dan danau Tempe di Kabupaten Wajo

Setidaknya ada dua kecamatan di Kabupaten Sidrap yang terdampak akibat banjir ini, yakni Kecamatan Tellu Limpoe dan Kecamatan Panca Lautang. 


Korban Banjir di Sidrap di Pengungsian. 

Sebelumnya diberitakan, Ratusan rumah warga di dua kecamatan di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan terendam banjir dengan ketinggian 3 meter. 
Banjir yang merendam ratusan rumah itu akibat luapan dua danau besar di Sulawesi Selatan Yakni, danau Sidenreng dan danau Tempe.

Bahkan, dari pantauan tvonnews.com air semakin tinggi hingga mencapai lantai dua atau genteng rumah milik warga. Maka dari itu, sejumlah warga berduyun-duyun memilih mengungsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah banyak warga kami yang mengungsi ke tempat yang lebih aman karena air sejak kemarin hingga hari ini terus bertambah tinggi," ujar Camat Tellu limpoe, Muhammad Basri, Jumat (6/1/2023).

"Banjir terparah memang di Kelurahan Wette'e, ada 150 rumah warga yang terdampak akibat luapan danau dan kami terus mengimbau warga mewaspadai ketinggian air," lanjut Muhammad Basri.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT