News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratusan Warga di Luwu Utara Blokade Jalan Trans Sulawesi, Desak Kapolres Dicopot

Merasa tidak aman dengan masih berkeliarannya pelaku perusak fasilitas umum, ratusan warga berunjuk rasa mendesak Kapolres Luwu Utara dicopot dari jabatannya
Kamis, 2 Juni 2022 - 17:12 WIB
Kecewa dengan kinerja Polisi, warga demo desak Kapolres dicopot
Sumber :
  • haswadi

Luwu Utara, Sulsel - Ratusan warga Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan memblokade jalan trans Sulawesi. Tak hanya itu, mereka juga menutup lorong kecil agar tidak dilalui pengendara sepeda motor. Aksi warga ini dipicu kekesalan mereka kepada Polisi yang belum menangkap pelaku pengrusakan sejumlah fasilitas umum di Kelurahan Salassa. Aksi pengrusakan sejumlah oknum ini dipicu sengketa lahan yang melibatkan sejumlah pihak.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mendesak Kapolres Luwu Utara untuk dicopot karena tidak mampu menangkap para pelaku pengrusakan sejumlah fasilitas umum di daerah kami," kata Elmond, koordinator dalam aksi tersebut, Kamis (2/5/2022).

 

Aksi blokade jalan ini berlangsung selama 2 jam. Warga menggunakan balok kayu dan batu untuk menutup jalan. Mereka juga membakar ban bekas di tengah jalan. Akibatnya arus lalulintas ratusan dari arah Makassar dan sebaliknya, lumpuh total  hingga 6 kilometer.

 

Aksi blokade jalan ini sempat diwarnai kericuhan. Polisi yang berusaha membubarkan massa dihujani lemparan batu.

 

Kapolres Luwu Utara, AKBP Alfian Nurnas yang datang menemui massa, berusaha memberikan penjelasan terkait para pelaku yang belum ditangkap.

 

Kapolres mengaku para pelaku masih dalam pengejaran dan sudah dilacak keberadaannya. Seluruh jajaran reserse dan kriminal Polres Luwu Utara, sudah bergerak untuk menangkap para pelaku.

 

"Tadi sudah saya sampaikan, bahwa kasus ini sudah kami tangani dan sudah kita lakukan penggerebekan, akan tetapi tersangka tidak kita temukan. Dan salah satu pelaku sudah diamankan dan kita bawa ke kantor polisi. Saya minta sekarang, tolong bubar, ini jalan umum, beri kesempatan pada masyarakat untuk dilewati," kata AKBP Alfian.

 

Setelah bernegosiasi, warga akhirnya bersedia membubarkan diri dan membuka blokade jalan. Mereka mengancam akan kembali melakukan aksi serupa jika para pelaku belum ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

(has/asm) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT