News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Lebaran, Perajin Kripik Ikan Simba di Wakatobi Banjir Pesanan

Ibu-ibu di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tengah mengembangkan usaha kripik Ikan Simba guna pengembangan ekonomi masyarakat desa.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 22 April 2022 - 21:21 WIB
Proses pembuatan kripik ikan simba di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi
Sumber :
  • Erdika Mukdir

Wakatobi, Sulawesi Tenggara - Sekelompok ibu-ibu di Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tengah mengembangkan usaha kripik Ikan Simba guna pengembangan ekonomi masyarakat desa. Hal itu dilakukan sekaligus sebagai upaya mendukung pemanfaatan sumber daya laut yang bijak dan lestari.

Salah seorang perajin kripik ikan simba, Yulianti Rahman mengatakan, ikan simba sebagai bahan dasar kerupuk ini merupakan salah satu jenis ikan yang paling banyak ditangkap oleh nelayan tradisional di Pulau Tomia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau ikan simba ini banyak memang di Wakatobi apalagi di Tomia karena nelayan yang tangkap,” katanya.

Dengan harga terjangkau kisaran Rp 15 ribu per kemasan seberat 50 gram, pemasaran kripik ikan simba ini sudah menjangkau hingga luar Provinsi Sulawesi Tenggara. Apalagi selama Bulan Suci Ramadhan dan jelang Lebaran Idul Fitri, para perajin mengaku banjir orderan.

“Kita bikin ini karena banyak pesanan. Awalnya itu kita jual 10 ribu tapi karena sekarang di bulan puasa harga bahan baku sudah naik akhirnya kita pasang harga 15 ribu. Alhamdulillah pasarannya sudah sampai di Papua, Ternate, Pulau Jawa, Bali, dan Toraja,” bebernya.

Untuk diketahui kelompok perajin ini tergabung dalam kelompok “Padatimu To Asoki” yang berdiri sejak bulan Juli 2021 lalu, awalnya beranggotakan 12 orang ibu rumah tangga. Didirikan dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para anggotanya termasuk di sektor usaha perekonomian.

Sementara itu Kepala Desa Kulati, Laode Burhanuddin menambahkan, jika kegiatan ibu-ibu ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Desa dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ibu-ibu ini adalah hasil kolaborasi kerjasama kami pemerintah desa kulati dengan NGO YKAN, jasa raharja yang kemudian baru-baru ini fasilitasi Wakatobi Sintate. Jadi kami sangat mendukung apapun yang akan dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan kelompok yang ada di desa termasuk dengan kelompok yang ini,” kata Burhanuddin.

Dalam melakukan aktivitas pembuatan kripik maupun pemasarannya, kelompok ibu-ibu ini juga dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, Balai Taman Nasional Wakatobi, Jasa Raharja, serta Kelompok Ekowisata. (emr/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT