Terbesar Kedua Setelah Tanjung Priuk, MNP Efisienkan Biaya Logistik Pelayaran dan Dorong Ekonomi Indonesia Timur
- muhammad Noer
Makassar, tvOnenews.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Proyek Strategis Nasional, Makassar New Port (MNP), yang memiliki panjang total 1.280 meter dan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di atas lahan seluas 52 hektare. Pembangunan MNP ini guna menopang pertumbuhan perekonomian di wilayah timur Indonesia.
"Makassar New Port merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priuk dengan kedalaman 16 Meter dan termasuk Pelabuhan terdalam yang sangat baik untuk bersandarnya kapal-kapal besar yang mengangkut kontainer. Kehadiran pelabuhan baru di Makassar dengan kapasitas total saat ini 2,5 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) peti kemas juga menjadi angin segar bagi perusahaan pelayaran,” ujar Presiden RI Joko Widodo, Kamis (22/2/2024).
Persaingan antar negara saat ini betul-betul sangat ketat. Siapa yang memiliki efisiensi yang baik yang akan memenangkan pertandingan dan persaingan tersebut.
Sepuluh tahun lalu biaya logistik nasional berada di angka 24% padahal negara lain 9-12% karena tidak terintegrasinya antara pelabuhan dengan kawasan industri.
“Makassar New Port yang lama itu kapasitasnya 750 ribu TEUs (twenty-foot equivalent unit) per tahun dan sekarang 2.5 juta TEUs per tahun, ini lompatan yang sangat tinggi sekali,” ungkapnya.
Kita lihat nanti bagaimana progres perkembangan pelabuhan ini yang akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia Bagian Timur yang diharapkan bisa mengefisiensikan biaya-biaya logistik di tanah air kita.
Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dalam sambutannya sesuai arahan Presiden Republik Indonesia 3 tahun yang lalu, bahwa kekuatan pelabuhan BUMN harus disatukan untuk menjadi pemain global, meningkatkan efisiensi, dan mendorong penurunan biaya logistik nasional.
Karena itu, dengan diawali pengkonsolidasian Pelindo I, II, III, dan IV menjadi Pelindo, pelabuhan di Indonesia kini menjadi salah satu dari 20 pelabuhan terbaik dunia dari semua pelabuhan di Asia Tenggara.
“Kita sudah meningkatkan kecepatan bongkar muat peti kemas pelabuhan di Indonesia, yang tadinya rata-rata 20 boks (per crane per jam) menjadi 34 boks (per crane per jam), yang membuat waktu sandar kapal turun dari sebelumnya rata-rata 38 jam sekarang sudah menjadi 22 jam, artinya ini percepatan yang luar biasa. Kami juga terus menata 122 pelabuhan yang ada di Indonesia melalui monitoring sistem pelabuhan yang terintegrasi,” ucap Menteri BUMN, Erick Thohir.
Load more