News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bocah Dianiaya Oleh Tetangga Hingga Kritis, Tenyata Ini Alasan Pelaku

Korban dianiaya oleh pelaku di dalam rumahnya pada saat malam hari. Setelah dianiaya barulah korban ditemukan warga dengan kondisi berdarah di bagian hidung.
Senin, 5 Februari 2024 - 16:36 WIB
Bocah korban penganiayaan oleh tetangga sendiri
Sumber :
  • Gusni kardi

Mamuju, tvOnenews.com - Seorang bocah 14 tahun dianiaya oleh tetangganya di Desa Karossa, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.

Korban dianiaya oleh pelaku di dalam rumahnya pada saat malam hari. Setelah dianiaya pelaku barulah korban ditemukan warga di dalam mobil pelaku dengan kondisi berdarah di bagian hidung korban. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Regional Mamuju.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sebagai orang tua kaget mendapatkan informasi dari warga bahwa anak saya berdarah. Setelah anak saya Nirwansyah tiba di rumah saya langsung menangis dan bertanya kepadanya, siapa yang pukul kamu nak," ujar Icci ibu korban pada wartawan saat di Rumah Sakit Regional Mamuju, Senin (5/2/2024).

 

Icci, menambahkan, sebelum korban dianiaya pelaku, korban sempat diajak pulang oleh rekannya namun pelaku melarang karena mau diajak bermain di rumah pelaku yang juga tidak terlalu jauh dari rumah korban. 

 

"Korban yang tidak tau persoalan ikut ke rumah pelaku. Setelah korban diberi makan akhirnya korban dianiaya oleh pelaku hingga kritis, kini pelaku masih dirawat karena mengalami trauma berat," ungkap Icci.

 

Menyinggung soal penyebab korban dianiaya, menurut,  Icci,  dia tidak mengetahui apa penyebabnya.  Karena sebelum korban tidak sadarkan diri korban bercerita tidak tau apa penyebab di aniaya oleh pelaku. 

 

"Korban hanya sempat mengaku dirinya dipukuli oleh pelaku R (30) korban dipukul di dalam kamar pelaku.  Istri pelaku hanya menonton suaminya memukul korban," tutur Icci pada wartawan. 

 

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah (Mateng) yang dihubungi wartawan via telepon,  mengatakan, pelaku penganiayaan anak dibawah umur kini sudah diamankan namun belum ditetapkan sebagai tersangka. 

"Korban diananiaya oleh pelaku pada 24 Januari 2024 lalu. Korban dianiaya oleh pelaku karena sempat melakukan pelecehan kepada istri pelaku. Pelaku yang tidak terima istrinya dilecehkam langsung menghajar korban hingga kritis," ungkap Kasat Reskrim Polres Mateng, Iptu Fredi,  pada wartawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fredi,  menambahkan,  pelaku penganiayaan juga melaporkan korban di polisi dalam kasus pelecehan terhadap istrinya. Korban sebelum dianiaya pelaku sempat memeluk istri pelaku. 

"Saat ini kami masih menunggu hasil visum korban di Rumah Sakit Regional Mamuju. Penyidik kini juga sudah ke Mamuju untuk melihat kondisi korban. Setelah ada visumnya barulah pelaku penganiayaan ditetapkan sebagai tersangka," tutup Fredi.(gki/frd)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT