News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Poliandri di Bone Berujung Petaka, Gara-gara Perkataan Ini Suami Ketiga Bunuh Suami Kedua

Poliandri di Bone berujung petaka, gara-gara perkataan ini suami ketiga bunuh suami kedua. Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dibuat heboh dengan adanya kasus pembunuhan antarsuami poliandri.
Kamis, 24 Agustus 2023 - 07:11 WIB
Poliandri di Bone berujung petaka, gara-gara perkataan ini suami ketiga bunuh suami kedua
Sumber :
  • Andi Rahmat-tvOne

Bone, tvOnenews.com - Poliandri di Bone berujung petaka, gara-gara perkataan ini suami ketiga bunuh suami kedua.

Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dibuat heboh dengan adanya kasus pembunuhan antarsuami poliandri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SR (22) merupakan istri yang memiliki tiga suami. Suami pertamanya adalah T, suami keduanya adalah AS (35) dan suami ketiganya adalah SN (35). AS berprofesi sebagai sopir. Sedangkan, SN berprofesi sebagai petani.

Menurut SR, SN membunuh AR karena tidak terima menerima perkataan kasar.

“Dia (SN) dengar. Suami ketiga. Dia dengar langsung dia marah waktu menelepon (AS dan SR sedang menelepon). AS bilang telaso (kotoran/kata kasar dan umpatan) terus dia (SN) dengar. Barulah dia marah. Cuma gitu saja,” ujar SR kepada tvOnenews.com, Rabu (23/8/2023).

“Sempat bilang sama aku sakit hati dibilang begitu sama bapaknya S (AS). Terus dia bilang loka keloi (saya ingin membunuhnya) tapi aku bilang enggak boleh begitu. Biar bagaimana kita marah sama orang, ingat anaknya, enggak boleh begitu sama orang,” sambungnya.

Poliandri di Bone berujung petaka, gara-gara perkataan ini suami ketiga bunuh suami kedua. Dok: Tangkapan layar-tvOne

Kasi Humas Polres Bone Ipda Rayendra mengatakan pembunuhan terjadi sekitar pada Senin (21/8/2023) pukul 04.10 WITA saat AS sedang berada di rumah orang tua SR.

Pada Minggu malam (20/8/2023), SN mendengar percakapan antara AS dan SR. Dalam pembicaraan via telepon tersebut, AS mengajak SR ikut berkunjung ke kampung halaman AS di Kabupaten Bulukumba.

Padahal, SR saat itu sedang bersama SN di rumah pribadi SR.

“Jadi AS sempat menghubungi SR. Maksud korban ingin anaknya—S—agar pulang ke kampung halaman AS di Bulukumba sekaligus mengajak SR menemani anaknya ke Bulukumba,” kata Rayendra.

Ternyata saat AS menghubungi SR, SN berada di samping SR dan menguping percakapan antara AS dan SR.

Sontak SN langsung naik pitam setelah SR diajak AS ikut ke Bulukumba padahal SN sedang berduaan dengan SR di rumah pribadi SR.

Poliandri di Bone berujung petaka, gara-gara perkataan ini suami ketiga bunuh suami kedua. Dok: Tangkapan layar-tvOne

“Pelaku mendengar pembicaraan tersebut. Terduga pelaku emosi karena ada kata yang menyinggung perasaannya. Setelah menelpon terduga pelaku mengatakan kepada SR loka keloi,” terangnya.

Keesokan harinya, SN berpura-pura hendak buang air besar. Ternyata bukan untuk buang air besar, dia malah menemui dan membunuh AS yang sedang tidur sendirian di rumah orang tua SR.

Setelah melakukan pembunuhan, SN langsung melarikan diri. Saat ini, SN masih dalam tahap pengejaran oleh aparat kepolisian Polres Bone.

Sementara itu, korban mengalami luka pada pipi kanan, tangan kanan, dada kanan, tangan kiri dan ibu jari kaki kanan.

Kabag Administrasi Kepegawaian, Hukum dan Humas RSUD Tenriawaru A. Dedy Astaman Hamsah mengkonfirmasi korban tiba di RSUD Tenriawaru dalam keadaan meninggal dunia dengan keadaan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban diantar dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.50 WITA dalam kondisi meninggal dan mengalami beberapa luka,” ungkapnya. (art/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT