GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Roy Marten Nekat Habisi Rekan Kerja Karena Iri Tak Dipercaya Atasan

Roy Marten Larune (31) asal Manado tega menghabisi rekan kerjanya sendiri karena tersulut perasaan iri lantaran korban mendapatkan kepercayaan lebih dari atasan
Senin, 15 Mei 2023 - 13:31 WIB
Pelaku pembunuhan rekan sendiri karena iri lebih dipercaya atasan digiring petugas, Senin (15/5/2023)
Sumber :
  • Sutarsih

Kabupaten Buru, tvOnenews.com - Seorang pria paruh baya di Maluku tega menghabisi rekan kerjanya sendiri karena tersulut iri lantaran korban mendapatkan kepercayaan lebih dari atasan. Pelaku yang diketahui bernama Roy Marten Larune (31) asal Manado ini ditangkap satuan Reserse

Kriminal Polres Pulau Buru, buntut dari aksi nekatnya melakukan pembunuhan berencana terhadap rekan kerjanya sendiri, bernama Ambeyodi Watimuri (39) warga desa makariki, kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Motif pelaku melakukan tindak pembunuhan dikarenakan iri, karena si korban yang merupakan rekan kerja sekaligus rekan sekamar ini lebih dipercai pimpinan perusahaan dibanding pelaku. Keduanya bekerja sebagai supir , pelaku itu supir loging sedangkan korban adalah supir damptrek, tapi setiap ada kegiatan membutuhkan kendaraan kecil itu korban yang sering dipercaya untuk membawa mobil itu, sementara si pelaku hanya tinggal di camp saja,” terang Iptu Aditya Bambang Sundawa, Kasat Reskrim Polres Buru dalam jumpa pers Polres Buru.

Roy ditangkap di camp milik PT. HTI WWI, berlokasi di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku. Kasus tewasnya karyawan PT. HTI WWI ini pertama kali terungkap dari adanya laporan pimpinan perusahaan ke pihak kepolisian tentang salah seorang karyawannya yang ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Menanggapi hal tersebut polisi langsung mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi korban dan olah tempat kejadian perkara.

“Kejadian ini terjadi pada tanggal 10 mei 2023, kami terima laporan sore hari dan langsung mengevakuasi korban ke RSU Lala. Dari hasil visum yang dilakukan terdapat sejumlah bekas luka dibagian leher dan pelipis kanan, kami menduga korban tewas karena dibunuh. Kami langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi TKP keesokan harinya dan berhasil mengamankan barang bukti dan pelaku," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak polisi, pelaku pertama kali berencana membunuh korban saat korban sementara terbaring sakit dan tidak masuk kerja. Pelaku dengan niat kejinya itu lalu meminta ijin sakit kepada atasan agar leluasa untuk menghabisi korban yang kebetulan merupakan teman sekamar.

Usai menghabisi korban, pelaku sengaja berdiam di dalam kamar untuk mengelabui karyawan lain. Setelah beberapa waktu pelaku kemudian berpura pura membangunkan korban untuk meminum obat. Setelah tidak mendapat respon dari si korban yang telah tewas pelaku kemudian keluar untuk memberitahukan kondisi korban kepada pimpinan perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban dilaporkan terduga pelaku kepada pimpinan perusahaan bahwa korban sudah dalam kondisi kaku mayat, saat itu tidak ada orang lain hanya pelaku dan korban di TKP. Dari lokasi kejadian polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti sarung tangan juga batang besi yang digunakan menghabisi korban dan barang bukti lain seperti baju korban dan pelaku, bantal serta kasur lipat yang digunakan korban selama sakit. Saat evakuasi pelaku bahkan masih terlihat bersama jasad korban, hal itu sengaja dilakukan untuk mengelabui polisi, agar polisi menduga korban tewas karena sakit. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kini dijerat dengan pasal 340, subsidar 338, dengan ancaman pidana paling lama dua puluh tahun atau hukuman mati," tegas Kasat Reskrim.

(sut/asm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT