GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gagap Teknologi, Sejumlah Petani Bone Kesulitan Mendapat Pupuk Bersubsidi

Sistem e-Alokasi adalah sistem yang digunakan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, jika thn ini belum terdaftar e-Alokasi, maka petani harus menunggu thn depan.
Jumat, 24 Maret 2023 - 10:33 WIB
Pupuk Bersubsidi didapatkan melalui sistem e-Alokasi
Sumber :
  • Antara

Bone, tvOnenews.com - Sejumlah petani di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone mengalami kesulitan dengan input data petani dalam sistem e-Alokasi pupuk bersubsidi, apalagi jika tahun ini belum terdaftar e-Alokasi, maka petani harus menunggu tahun depan untuk bisa mendapatkan pupuk subsidi.

Salah satu petani Da mengatakan dirinya telah siap-siap untuk menanam jagung di lahan miliknya sejak beberapa hari ini, namun tertunda karena tidak mendapatkan pupuk,  lantaran namanya tidak terdaftar di e-Alokasi pupuk subsidi. Ia pun mengaku khawatir menanam jagung jika pupuk belum didapatkannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah mau menanam jagung, tapi saya tunda lagi, karena belum ada pupuk yang bisa saya pakai nantinya. Tidak masuk nama saya (di e-Alokasi), jadi tidak bisa ambil pupuk. Kalau dalam pendaftaran ini, tahun depan baru bisa ambil pupuk," ungkapnya dalam Bahasa Bugis di Bone, Jumat.

Ia mengaku telah berupaya mendapatkan pupuk subsidi melalui kerabatnya yang namanya terdaftar, namun hingga saat ini belum berhasil karena kerabatnya juga tidak terdaftar dalam e-Alokasi, karena itu ia berharap pihak terkait dapat melakukan pendampingan petani seperti dirinya.

Secara terpisah, Pemimpin Pertanian Kecamatan (PPK) Kecamatan Ulaweng, Andi Sepalawan meminta maaf atas kondisi yang dialami petani tersebut, karena  sistem e-Alokasi memang demikian adanya, sehingga dirinya saat ini belum bisa berbuat banyak.

"Memang demikian adanya sistem e-Alokasi. Kalau tidak terinput namanya tahun ini, nanti tahun depan lagi baru bisa diinput kembali, meskipun datanya sudah diperbaiki," lanjutnya.

Sebelumnya, pertemuan revitalisasi kelompok tani digelar di Kantor Desa Tea Musu. Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ulaweng dan Pemerintah Desa Tea Musu.

Pertemuan dihadiri Pemimpin Pertanian Kecamatan (PPK) Kecamatan Ulaweng, Andi Sepalawan, PPL Desa Tea Musu Andi Muslimin, Kepala Desa Tea Musu Andi Budianti, Wakil Ketua BPD Tea Musu, sejumlah ketua kelompok tani dan petani.

Andi Sepalawan mengatakan, kegiatan digelar atas adanya keluhan masyarakat petani di Desa Tea Musu yang namanya tidak masuk e-Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2023, sehingga otomatis tidak berhak mendapat alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2023.

"Kegiatan revitalisasi kelompok tani ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kelompok tani di Desa Tea Musu melalui pemberdayaan pengurus dan perbaikan data," jelasnya.

Andi Sepalawan menjelaskan, perbaikan data yang dimaksud adalah perbaikan data anggota dan lahan petani sesuai dengan yang dibutuhkan sistem di Kementerian Pertanian yakni SIMLUHTAN dan e-Alokasi.

Sepalawan menyebutkan, beberapa kasus yang menjadi penyebab tertolaknya data petani untuk bisa terinput ke SIMLUHTAN dan eAlokasi Pupuk Bersubsidi tahun 2023 diantaranya yakni nama yang diinput tidak sesuai persis dengan nama yang tertulis di KTP, NIK tidak valid, dan TTL tidak sesuai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain itu nama orang tua tidak sesuai, selain itu pekerjaan selain petani/pekebun yang tertulis di KTP ternyata juga menjadi penyebab tertolaknya data oleh sistem," lanjut dia.

Ia berharap setelah diadakan pertemuan ini, agar para pengurus kelompok tani dapat mengumpulkan data anggota kelompoknya yang valid agar tidak terjadi lagi kasus yang sama di tahun 2024. (ant/mtr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Momen peringatan Hari Jadi ke-271 DIY serta Hari Bakti Rimbawan ke-43, Alumni Angkatan 1996 Fakultas Kehutanan UGM menggelar "Bazaar Ramadhan Alas Bunder 2026"

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT