Review dan Komentar Online Kini Menentukan Kredibilitas Brand
- Aalvinsu
tvOnenews.com - Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, reputasi sebuah brand kini lebih sering dibentuk oleh kolom komentar dan ulasan publik dibandingkan oleh pesan resmi perusahaan. Fenomena ini didukung oleh riset terbaru dari Logika Putra Janf dan Prof. Dr. Basu Swastha Dharmmesta tahun 2025 dari Departemen Manajemen Universitas Gadjah Mada atau UGM dalam studi berjudul Online Product Reviews and Its Effects Towards Customers Online Purchase Intention Towards Bose Products in Shopee.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dimensi ulasan daring, khususnya kuantitas ulasan dan ketepatan waktu ulasan, memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat pembelian konsumen di platform e-commerce. Temuan ini menegaskan bahwa volume percakapan dan aktualitas respons bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor penentu yang secara nyata memengaruhi keputusan belanja masyarakat di pasar digital Indonesia.
Validasi ini diperkuat oleh laporan Edelman Trust Barometer Special Report: Brand Trust in 2020 yang mengungkapkan bahwa 59% konsumen menganggap "orang seperti mereka sendiri" sebagai sumber informasi yang paling kredibel mengenai sebuah brand. Di sisi lain, laporan tersebut mencatat bahwa hampir 70% konsumen secara aktif menggunakan berbagai cara untuk menghindari iklan tradisional. Dalam sebuah diskusi mendalam, Alvin, TEDx speaker sekaligus konsultan branding dan marketing digital di Kernel Future, memberikan penekanan penting mengenai pergeseran ini.
“Kredibilitas brand di era digital bukan lagi hasil dari kampanye besar yang searah, melainkan akumulasi dari konsistensi kita dalam membaca dan merespons suara audiens secara akurat,” ujar Alvin. Beliau menilai bahwa banyak bisnis masih terjebak pada pola lama yang terlalu mengandalkan kreativitas tanpa fondasi data. “Brand yang kuat itu lahir dari data, bukan sekadar imajinasi kreatif. Tanpa pemahaman terhadap pola respons publik, pesan yang kita kirimkan sering kali hanya berakhir sebagai kebisingan di ruang digital yang sudah sangat sesak,” tambahnya.
Menurut Alvin, brand yang dianggap tepercaya biasanya bukan yang paling sering muncul di layar konsumen, melainkan yang paling cepat memahami bagaimana publik bereaksi terhadapnya. “Review dan komentar itu adalah data perilaku yang menunjukkan persepsi nyata pasar. Itu jauh lebih berharga daripada sekadar angka impresi atau jangkauan mentah yang sering kali menipu,” tegas Alvin.
Load more