Carter Pesawat, KDM turun ke NTT jemput 12 warga Jawa Barat korban dugaan TPPO
- tofik koban
Sikka, tvOnenews.com - Kasus dugaan tindak pidana orang yang dialami 12 warga jawa barat yang bekerja di Kabupaten sikka, menjadi perhatian serius dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, Senin (23/2/2026) kemarin, mendarat di bandara frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menggunakan pesawat carter Susi Air.
Didampingi sejumlah pejabat lingkup Propinsi Jawa Barat, dan dua antaranya merupakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, dan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, KDM langsung mendatangi rumah selther milik Tim Relawan Untuk Kemanusiaan flores (TRUK-F) yang berada di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur.
Kedatangan orang nomor 1 di Jabar ini untuk melihat secara langsung kondisi 12 warga bandung yang menjadi korban dugaan tindak pindana perdagangan orang yang terjadi di salah satu tempat hiburan pub dan karouke yang beralamat di ujung atas jalan el tari Maumere.
Para korban ini diamankan lantaran mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi sesuai dengan undang-undang tenaga kerja.
Saat bertatap muka dengan tim TRUK-F, KDM pun menyampaikan akan membawa pulang para korban ke kampung halaman mereka masing-masing.
"Saya datang ke maumere, tidak hanya melihat para korban TPPO, tapi hari ini juga mereka sya pulangkan dulu ke kampung halaman," kata Dedi Mulyadi kepada awak media, sebelum melakukan pertemuan internal bersama tim Truk-F yang dipimpin langsung oleh suster Ika.
Usai mengikuti pertemuan internal, KDM langsung menuju selter TRUK-F, tempat 13 LC ditampung sejak 23 Januari 2026 lalu.
Dari halaman depan selter, KDM didampingi Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno meninta agar para korban yang bekerja sebagai LC ini untuk bergegas keluar ke teras selter membawa lengkap koper pakaian menuju mobil putih yang telah disiapkan menuju Bandara Frans Seda.
Para korban ini pun sengaja menutup wajah agar tidak disorot kamera wartawan. Dan selanjutnya mereka diberangkatkan ke Jawa Barat menggunakan Susi Air yang dicarter KDM.
"Dari Maumere, mereka akan beristrahat di Labuan Bajo dulu. Nanti baru terbang ke Bandung," papar KDM.
Meskipun di bawah pulang, KDM menjelaskan, namun secara mental memiliki kesiapan untuk bolak balik ke maumere untuk mengikuti proses penanganan perkara dari penyelidikan, sekarang penyidikan, penetapan tersangka, kemudian menjadi saksi di pengadilan.
"Nanti jika dibutuhkan untuk prosss hukum selanjutnya, ke-12 warga ini akan balik lagi ke maumere," urainya.
Sementara itu, Kapolres Sikka, Akbp Bambang Supeno, disela-sela penjemputan para korban menyampaikan, saat ini pihak polres tengah meningkatkan proses dari penyelidikan ke penyidikan dan akan menetapkan tersangka dalam kasus ini.
"Nanti sebentar kita gelar perkara. Dan selanjutnya baru akan ditetapkan tersangka. Dan perlu kami tekankan, tidak ada interfensi dari manapun dalam penanganan kasus ini," tegasnya.
(ofk/asm)
Load more