News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Istri DIterkam Buaya Ketika Bekerja, Suami Minta Kepastian Atas Jaminan Kecelakaan Kerja

Lebih dari satu tahun tiga bulan sejak Armaiyah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, hak santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang seharusnya diterima ahli waris belum juga dibayarkan.
Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:09 WIB
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Ketapang.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Lebih dari satu tahun tiga bulan sejak Armaiyah meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, hak santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang seharusnya diterima ahli waris belum juga dibayarkan. Armaiyah meninggal dunia usai diterkam buaya saat bekerja di area kebun sawit PT Berkat Nabati Sejahtera (BNS) IOI Group, 5 Desember 2024.

Suami almarhumah, M. Rusmi (56), mengaku kecewa dengan berlarut-larutnya proses klaim di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, kata dia, Armaiyah tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki kartu kepesertaan resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sudah satu tahun tiga bulan, tapi santunan belum juga cair. Istri saya jelas-jelas peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rusmi di Ketapang, Kamis (5/2/2026) 

Rusmi menjelaskan, klaim JKK awalnya diajukan bersama pihak perusahaan. Namun, BPJS Ketenagakerjaan menolak klaim tersebut. Persoalan ini kemudian dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat.

Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kalbar, lanjut Rusmi, telah menetapkan agar santunan kematian akibat kecelakaan kerja dibayarkan kepada ahli waris. Namun, keputusan itu kembali dipersoalkan BPJS Ketenagakerjaan dengan mengajukan banding ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Masalahnya, hingga kini Kementerian Ketenagakerjaan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab membayar santunan tersebut, apakah perusahaan atau BPJS Ketenagakerjaan.

“Di sinilah kami merasa negara tidak hadir. Tidak ada kepastian hukum. Hak jaminan sosial atas kematian istri saya seolah menggantung,” kata Rusmi.

Merasa buntu, Rusmi mengaku telah menyurati Presiden Republik Indonesia. Surat tersebut juga ditembuskan ke Komisi IX DPR RI, Menteri Hukum dan HAM, Ombudsman RI, Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Ketapang, DPRD Kabupaten Ketapang, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Suami almarhumah, M. Rusmi.
Suami almarhumah, M. Rusmi.
Sumber :
  • Antara

Ia berharap pemerintah dan lembaga negara membuka mata terhadap persoalan perlindungan pekerja dan ahli warisnya.

“Saya ingin bertanya, apa gunanya kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan atas nama Armaiyah, jika setelah pemegang kartu meninggal dunia karena kecelakaan kerja, haknya tidak jelas dibayarkan,”  dan kami berharap kejelasan dan pertanggungjawaban kepada Bpjs yang telah menerima iuran dan mengeluarkan kartu peserta diaman dalan kartu peserta tersebut tertera ketentusn bahwa dapat digunakan sebagai sarana untuk klaim santunan yang terkait dengan jaminan sosial ujar Rusmi.

Bagi keluarga, kata dia, persoalan ini sederhana namun krusial. Negara harus hadir dan berani mengambil keputusan tegas siapa yang bertanggung jawab membayar santunan kematian akibat kecelakaan kerja.

“Yang kami minta hanya kepastian dan keadilan,” kata Rusmi.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Ketapang Zaid Eriza menjelaskan, pihaknya tidak bisa membayarkan santunan lantaran korban belum terdaftar sebagai peserta BPJS saat kecelakaan  kerja terjadi. 

"Kami menduga proses pendaftaran atas nama Armaiyah tersebut dilakukan pasca terjadinya insiden kecelakaan kerja, sehingga kepesertaan menjadi tidak eligible untuk diproses lebih lanjut," ujar Zaid saat dikonfirmasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zaid menambahkan pihaknya juga telah mengajukan masalah ini sampai ke tingkat Kementerian Ketenagakerjaan. Namun belum ada putusan dari pusat, siapa yang bertanggung jawab membayar klaim tersebut. 

"Jika klaim tersebut eligible, layak secara pendaftaran, maka BPJS ketenagakerjaan pun juga berkewajiban untuk membayarkan klaimnya, harapan kita juga agar masalah ini cepat selesai, tidak berlarut-larut," sebutnya.(chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Simak amalan sunnah Rasulullah SAW yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat
Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menjalani laga uji coba pertama melawan China U-17.
Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Aparat kepolisian Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan terkait kabar dugaan penyekapan 5 karyawan jasa pengiriman (ekspedisi). 
Tak Cukup Lewat Media Sosial, Klarifikasi Denada Disebut Belum Menyentuh Ikatan Batin Ibu dan Anak

Tak Cukup Lewat Media Sosial, Klarifikasi Denada Disebut Belum Menyentuh Ikatan Batin Ibu dan Anak

Setelah menanti cukup lama, akhirnya kini Ressa Rizky Rossano mendapat pengakuan anak kandung dari Denada. Meski terasa senang namun tak membuat sepenuhnya lega
Sampaikan Arahan Prabowo di Gala Dinner ABAC 2026, Menko AHY: Infrastruktur Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI

Sampaikan Arahan Prabowo di Gala Dinner ABAC 2026, Menko AHY: Infrastruktur Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait infrastruktur kepada 21 anggota APEC.
Seusai Bungkam Sunderland! Mikel Arteta Bicara Realistis soal Peluang Juara Arsenal

Seusai Bungkam Sunderland! Mikel Arteta Bicara Realistis soal Peluang Juara Arsenal

Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris 2025/26 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sunderland dalam laga yang berlangsung di London, Sabtu (7/2/2026).

Trending

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Mulai Malam ini Amalkan, Sunnah Rasulullah SAW ini Dianjurkan UAH Pahalanya Setara Ibadah Umrah

Simak amalan sunnah Rasulullah SAW yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat
Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Malam Kelam Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Tak Berdaya Lawan China

Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menjalani laga uji coba pertama melawan China U-17.
Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Fakta Mengejutkan Kabar Penyekapan 5 Karyawan Ekspedisi di Tanjung Priok, Polisi Temukan Ruangan Terbuka Tak Terkunci

Aparat kepolisian Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengungkap fakta mengejutkan terkait kabar dugaan penyekapan 5 karyawan jasa pengiriman (ekspedisi). 
Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

Resmi! AFC Jatuhkan Sanksi Cukup Berat usai Timnas Futsal Indonesia Ciptakan Sejarah di Piala Asia 2026, Ada Masalah Serius Apa?

PSSI didenda Rp235 juta oleh AFC usai Piala Asia Futsal 2026 akibat pelanggaran penonton masuk lapangan. Sanksi muncul di tengah pencapaian bersejarah Indonesia
Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Update Ranking Dunia Timnas Futsal Indonesia Usai Buat Kejutan di Piala Asia 2026: Sejajar dengan Negara Kuat Eropa

Setelah mencatatkan sejarah dengan menjadi runner-up Piala Asia 2026, Timnas Futsal Indonesia berpotensi alami kenaikan peringkat di ranking dunia FIFA.
Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal Final Kejuaraan Beregu Asia 2026: China Berpeluang Sapu Bersih Medali Emas, Indonesia Kawinkan Perunggu

Jadwal final Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana China berpeluang menyapu bersih medali emas dan Indonesia hanya menjadi penonton usai kawinkan perunggu.
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan Jogja di Liga Eropa Ini Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Robin Mirisola, striker muda berdarah Jogja yang bermain di KRC Genk, masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia. Simak profilnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT