News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Pelaku Pengeroyokan Penjual Nanas hingga Tewas di Driyorejo, Gresik, Akhirnya Ditangkap Polisi

Setelah dilakukan pencarian dan pengejaran, pelaku pengeroyokan yang menewaskan Eko Bayu, penjual buah nanas di ruko Gresik, akhirnya berhasil ditangkap
Rabu, 30 November 2022 - 19:21 WIB
5 pelaku pengeroyok penjual nanas di Driyorejo Gresik, ditangkap polisi
Sumber :
  • tim tvone - habib

Gresik, Jawa Timur - Setelah dilakukan pencarian dan pengejaran, para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Eko Bayu, seorang penjual buah nanas di sebuah ruko di Driyorejo Gresik, akhirnya berhasil ditangkap oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik. Penangkapan sebanyak lima orang pelaku itu, diungkapkan oleh Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Aziz saat jumpa pers di Mapolres Gresik, Rabu (30/11).

Adapun lima orang pelaku yang ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka, yakni AER (33) warga Desa Jejel, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, DNA (19) dan ALS (28) warga Gadung, Driyorejo, Gresik, MKE (18), warga Desa Mojosarirejo Driyorejo, Gresik, dan AJP (19) warga NTT yang tinggal di Kota Baru Driyorejo (KBD).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dua orang tersangka lainnya yang telah dikantongi identitasnya oleh petugas, masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan menjadi Daftar Pencari Orang (DPO).

Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Aziz mengatakan, jika modus yang dilakukan para pelaku saat pengeroyokan, karena korban saat berjualan mengenakan kaos salah satu perguruan silat warna hitam. Kemudian korban diajak minum-minuman keras dan diinterogasi oleh beberapa pelaku. Korban mengaku bukan bagian dari anggota perguruan silat tersebut. 
"Kemudian korban disuruh membuat video klarifikasi oleh pelaku di TKP terkait pernyataan bukan menjadi anggota dari perguruan silat pelaku," jelasnya.

Setelah membuat video klarifikasi, lanjut Kapolres Gresik, korban kemudian diajak sambung atau duel dengan salah satu pelaku. Tidak berhenti disitu, para pelaku kemudian mengeroyok korban hingga meninggal dunia.

"Kemudian korban diangkat dan dibanting hingga jatuh ke jalan paving. Lalu korban diangkat, dan kepalanya dihantamkan ke paving satu kali hingga mengeluarkan darah," tambah Aziz.

Setelah tahu korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, kesembilan pelaku kabur melarikan diri, bahkan sudah ada yang melarikan diri ke luar kota sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Atas kejadian tersebut kelima pelaku dijerat  Pasal 170  Ayat (2) dan (3) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. (mhb/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT