News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Pilu, Seorang Ibu di Probolinggo Harus Kehilangan Bayinya Usai Dijanjikan Uang 1 Juta

Isak tangis tak terbendung dari Yulia (28), saat ditemui awak media. Di kediamannya yang berada di Dusun Bengkingan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, dirinya mengaku jika bayi yang dikandungnya harus terpisah darinya, usai dipaksa oknum bidan untuk menyerahkan bayinya pada agen adopsi, Rabu (19/10).
Rabu, 19 Oktober 2022 - 18:55 WIB
Ibu bayi mengadu kepada sejumlah media, karena kehilangan bayinya di Probolinggo
Sumber :
  • tvOne - m syahwan

Probolinggo, Jawa Timur – Isak tangis tak terbendung dari Yulia (28), saat ditemui awak media. Di kediamannya yang berada di Dusun Bengkingan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, dirinya mengaku jika bayi yang dikandungnya harus terpisah darinya, usai dipaksa oknum bidan untuk menyerahkan bayinya pada agen adopsi, Rabu (19/10).

Dengan wajah lesu Yulia menjelàskan, jika dirinya yang tidak tahu apa – apa tentang prosedur adopsi ini, diminta oknum bidan yang berinisial R yang saat itu bertugas di tempat dr Johar bersama dua rekan bidannya yang berinisial M dan E.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Waktu itu saya disuruh tanda tangan diatas materai tanpa dijelaskan maksud dan tujuannya apa, sampai akhirnya saya dipaksa seolah-olah saya menyerahkan bayi saya secara suka rela pada salah satu bidan tersebut, dan salah satu darinya merekam adegan tersebut,” tuturnya.

Bahkan oknum tersebut, berdalih pada yulia (korban) jika seluruh biaya persalinan pada tanggal 9 Agustus kemarin ditanggungnya, dengan alasan jika biaya persalinan di RSIA Amanah yang berada di Jalan dr Moh Saleh itu tidak bisa menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Namun saya sempat dihubungi oleh pihak rumah sakit, jika seluruh biaya persalinannya sudah ditanggung oleh kartu KIS, karena saya rasa ada kejanggalan, saya langsung meminta bayi saya, anehnya saya diminta untuk membayar sebesar 28 juta oleh bidan tersebut,” terangnya.

Yulia juga sempat mengadukan hal tersebut, pada pihak kepolisan Kabupaten Probolinggo, namun hingga dua bulan ini belum ada tindak lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya diiming-iming sejumlah uang satu juta, jika saya menyerahkan anak saya pada bidan R dengan dalih ditakutkan saya tidak mampu membiayai anak saya, dan menjamin jika anak saya yang dibawa akan ditanggung kesehatanya,” tambahnya.

Di lain sisi Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rachmad Ridho hingga kini masih belum menanggapi saat awak media mencoba menghubunginya, padahal disinyalir kasus ini bisa terindikasi trafficking. (msn/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT