Benteng Kedung Cowek Surabaya, Sudah Waktunya Dikelola dan Dimanfaatkan
- tim tvone - tim tvone
“Terhadap penemuan granad aktif jenis M9 ketika bersih-bersih benteng, akhirnya granad temuan itu harus dipendam di tempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan pengunjung, atau bahkan pihak-pihak yang sengaja mencari barang-barang bekas. Hal ini dilakukan untuk mengamankan benda aktif itu dan melindungi pengunjung. Bersih-bersih benteng pada Minggu (7/11) juga sekaligus cek lokasi yang akan digunakan untuk upacara dan jelajah sejarah,” jelas Nanang.
PERLUNYA PENGELOLAAN BENTENG
Benteng Kedung Cowek layak difungsikan sebagai sebuah museum, dimana di salah satu ruang pamernya bisa dipakai untuk memajang benda-benda temuan, apalagi yang sifatnya masih aktif. Menempatkan benda-benda temuan seperti peluru dan granad serta jenis amunisi lainnya adalah upaya mengamankan benda dan sekaligus menjadikan sebagai artefak museum.
Dijadikan sebagai museum, tentu museum yang ada kaitannya dengan kesatuan TNI Angkatan Darat, adalah gagasan tepat dan sekaligus melengkapi adanya museum militer Surabaya. Jika TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah memiliki museum Jalan Crana di Kodiklatal Krembangan, lalu Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) telah memiliki Museum Aktif/Hidup Polrestabes Surabaya, maka bangunan benteng Kedung Cowek ini bisa menjadi museum Artileri TNI AD.
“Pemerintah Kota Surabaya sesungguhnya bisa mengelola dan memanfaatkan sebagai fungsi museum untuk mendukung predikat Surabaya sebagai kota Pahlawan. Jika Singapore bisa. Mengapa Surabaya tidak bisa ? Jika Curacao di Amerika Latin juga bisa mengelola bekas benteng pertahanan pantainya yang mirip dengan Benteng Kedung Cowek, mengapa Surabaya tidak bisa ?,” jelas Nanang.
Di Curacao memiliki bekas benteng yang serupa dengan benteng Kedung Cowek. Berikut deskripsi bekas benteng pertahanan pantai di Curacao yang keberadaannya sering dikunjungi oleh tamu-tamu asing.
“Well preserved artillery and two underground ammunition bunkers in reasonable condition. Ammunition cellar with wooden roofs, concrete walls and iron doors.” (curacaomonuments.org)
Bedanya, di Curacao masih memiliki artileri. Sementara bunker-bunker untuk penyimpanan amunisi yang mirip dengan yang ada di Kedung Cowek kondisinya juga masih baik. Konstruksinya berdinding beton dan berpintu besi.
Load more