News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fenomena Embun Es Muncul di Ranupane Lumajang, Warga Menyebutnya Embun Upas

Memasuki musim kemarau, fenomena unik berupa butiran kristal es menghiasi Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang
Rabu, 27 Juli 2022 - 13:12 WIB
memasuki musim kemarau, embun upas terjadi di Ranupane
Sumber :
  • tim tvone - wawan sugiarto

Lumajang, Jawa Timur - Memasuki masa transisi musim hujan ke kemarau yang terjadi pada akhir bulan Juli, fenomena unik berupa butiran kristal es menghiasi wilayah Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang berada pada ketinggian 2100 Mdpl.

Warga setempat biasa menyebut fenomena tersebut dengan sebutan embun upas. Fenomena alam rutinan ini terjadi ketika musim kemarau, dimana suhu yang sangat rendah membuat embun-embun yang menempel pada daun dan rerumputan membeku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cuaca cerah membuat suhu di pedesaan kaki Gunung Semeru itu cukup dingin hampir menyentuh angka 0 derajat celcius. Dengan kondisi iklim itu, sekitar seminggu terakhir kawasan Ranupane sering terjadi embun upas. Fenomena alam itu terjadi ketika menjelang terbitnya matahari, dinginnya suhu membuat tanaman sekitar dihujani kristal es.

"Untuk embun upas ini sudah terjadi sejak empat hari yang lalu, rumput di tepi danau Ranupane berubah seperti hamparan salju," kata Parningotan Sinambela, salah satu warga Desa Ranu Pane, Rabu (27/7). 

Durasinya tak lama, fenomena hanya bisa dilihat saat fajar menyingsing hingga cahayanya matahari mulai menyinari seluruh penjuru Ranupane.

"Kalau penasaran pengin lihat, sebaiknya sebelum pukul 5 pagi sebelum matahari terbit, " imbuhnya.

Tak ayal, sekilas wajah Ranupane pagi hari seperti pedesaan di wilayah Pegunungan Alpen, Eropa.

Butiran kristal es terpampang jelas menyelimuti tipis rerumputan dan lahan pertanian di dataran dengan ketinggian 2100 mdpl itu.

“Embun upas ini rutin munculnya setiap pertengahan tahun, biasanya ditandai suhu yang ekstrem,” jelasnya.

Bahkan, adanya fenomena itu cukup menarik perhatian sejumlah wisatawan untuk melihat langsung miniatur Desa ala Eropa itu. Sejumlah pelancong pun terlihat terutama dari kalangan fotografer yang datang untuk mengabadikan momen tahunan itu.

Joni Arifianto, salah seorang fotografer asal Lumajang mengaku datang ke Ranupane untuk memotret landskap di tengah fenomena embun upas itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, fenomena langka ini perlu diabadikan untuk mengcapture keindahan alam yang dimiliki Indonesia.

“Fenomena unik ini perlu diabadikan, biar orang tahu Indonesia punya alam yang eksotik dan gak kalah sama luar negeri,” tandasnya. (wso/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT