News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cuaca Buruk, Ratusan Sapi yang Diangkut Tujuan Jakarta, Terpaksa Dibongkar Muat di Situbondo

Ratusan ekor sapi dari Flores, Nusa Tenggara Timur tujuan Jakarta terpaksa dibongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo, setelah  kapal LCT (Landing Craft Tank) dihantam ombak setinggi tujuh meter, di Perairan Flores dan memporak-porandakan pakan ternak yang berada di atas kapal.
Senin, 20 Juni 2022 - 18:55 WIB
cuaca buruk, ratusan ekor sapi dibongkar muat di Pelabuhan Jangkar Situbondo
Sumber :
  • tim tvone - heri sampurno

Situbondo, Jawa Timur - Ratusan ekor sapi dari Flores, Nusa Tenggara Timur tujuan Jakarta terpaksa dibongkar di Pelabuhan Jangkar Situbondo, setelah  kapal LCT (Landing Craft Tank) dihantam ombak setinggi tujuh meter, di Perairan Flores dan memporak-porandakan pakan ternak yang berada di atas kapal.

Akibat cuaca buruk tersebut, kandang pakan yang berada di atas sapi ambruk dan menimpa ke ratusan sapi yang berada di bawahnya. Untuk menghindari matinya sapi, para pemilik sapi yang ikut di kapal, selanjutnya membuang puluhan ton pakan ternak ke laut di Selat Flores atau baru perjalanan semalam dari Pelabuhan Flores.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, para pemilik ternak sapi terpaksa melakukan pembongkaran di tengah jalan, setelah ratusan sapi untuk kebutuhan warga Jakarta untuk Hari Raya Kurban telah dua hari tidak makan.

Menurut pemilik ternak, Haji Jamil, mengatakan akibat cuaca buruk ini pihaknya mengalami kerugian sekitar seratus juta rupiah. Sebab, dirinya harus mengeluarkan beban ongkos untuk biaya angkut sapi menggunakan truk tujuan ke Jakarta.

“472 ekor sapi ini sudah dua hari tidak makan dan terombang ambing di lautan. Perjalanan untuk sampai ke tujuan Jakarta masih kurang enam hari lagi. Untuk menghindari kerugian yang lebih banyak, dirinya terpaksa meminta nahkoda untuk menyandar di Pelabuhan Jangkar, Situbondo,” ujar jamil, Senin (20/6).

Jamil menambahkan, walaupun telah menjalani karantina selama kurang lebih 14 hari dan telah mendapatkan surat kesehatan hewan dari balai karantina di Flores Nusa Tenggara Timur, ratusan sapi sebelum turun dari kapal, petugas melakukan penyemprotan disinfektan ke sapi dan kendaraan pengangkut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan ke sejumlah tubuh ternak sapi secara acak, untuk melakukan identifikasi ciri-ciri dari penyakit mulut dan kuku. 

“Ratusan sapi ini rencananya akan dibawa ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan di Hari Raya Idul Adha nanti,” tutup Haji Jamil. (hsn/hen) 
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT