Kasus Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai Sumobito, Jombang, Mengarah ke Dugaan Pembunuhan
- tim tvone - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Penemuan jasad bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai sekitar Dam Yani, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, mulai menemukan titik terang.
Hasil pemeriksaan forensik sementara menunjukkan bayi tersebut diduga meninggal akibat tindak kekerasan sebelum jasadnya dibuang ke sungai.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan jenazah bayi telah menjalani proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
“Jasad bayi tersebut sudah dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).
Dari hasil pemeriksaan tim dokter forensik diketahui bahwa bayi tersebut sempat hidup setelah dilahirkan sebelum akhirnya meninggal dunia. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kematian terjadi sebelum jasad bayi terbawa arus sungai.
Selain itu, tim forensik juga menemukan adanya tanda kekerasan pada bagian kepala bayi. Luka yang ditemukan berupa memar dan resapan darah pada jaringan kepala yang diduga disebabkan oleh benturan benda tumpul.
“Ditemukan luka pada bagian kepala yang mengindikasikan adanya benturan benda tumpul,” jelas AKP Dimas Robin.
Sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan luka tambahan. Luka hanya terdeteksi pada area kepala bayi.
Petugas juga mendapati bahwa tali pusar dan ari-ari masih menempel pada tubuh bayi, yang mengindikasikan bayi tersebut kemungkinan baru saja dilahirkan sebelum meninggal dunia.
Berdasarkan analisis medis sementara, waktu kematian bayi diperkirakan sekitar dua hari sebelum jasadnya ditemukan oleh warga.
“Perkiraan meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan,” katanya.
Dengan sejumlah temuan tersebut, penyidik menduga kuat bayi tersebut menjadi korban pembunuhan sebelum akhirnya dibuang ke aliran sungai.
Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menelusuri wilayah di sepanjang aliran sungai untuk mencari kemungkinan adanya perempuan yang baru saja melahirkan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami melakukan penelusuran untuk mengetahui apakah ada ibu yang baru melahirkan dalam waktu satu sampai dua minggu terakhir,” ujarnya.
Jika belum ditemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku, penyelidikan akan diperluas ke wilayah kecamatan lain yang dilalui aliran sungai tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses pengungkapan kasus ini.
Sebelumnya, jasad bayi laki-laki tersebut ditemukan oleh penjaga pintu air Dam Yani, Rokani, pada Selasa (10/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu ia tengah memeriksa kondisi debit air ketika melihat sosok bayi mengapung di aliran sungai.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi dan membawanya ke rumah sakit untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut. (roi/hen)
Load more