Dua Bulan Terisolir Akibat Banjir, Korban Banjir di Lamongan Bangun Jembatan Darurat
- moh mahrus
Lamongan, tvOnenews.com - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, anak Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan masih berdampak pada warga. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam akses jalan.
Bahkan, warga di Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, hidup dalam kepungan banjir. Akibat akses jalan utama yang lumpuh total, warga akhirnya memutuskan untuk bergotong-royong membangun jembatan darurat dari bambu sepanjang 70 meter secara swadaya pada Selasa (27/1).
Jembatan dengan lebar satu meter ini menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat setempat. Pasalnya, selama delapan minggu terakhir, praktis tidak ada kendaraan yang bisa melintas. Warga harus bergantung pada perahu atau nekat menerobos genangan air yang cukup dalam hanya untuk keluar masuk desa.
Pembangunan jembatan tersebut digerakkan oleh inisiatif warga yang merasa iba melihat anak-anak sekolah dan warga lansia yang kesulitan beraktivitas. Dengan adanya jembatan bambu ini, aktivitas ekonomi dan pendidikan diharapkan tidak lagi lumpuh total.
Moh Hasib, selaku penggerak aksi pembangunan jembatan, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek swadaya ini adalah memangkas ketergantungan warga pada perahu.
"Dengan dibangunnya jembatan darurat tersebut, warga terdampak banjir dan anak-anak sekolah bisa memanfaatkan jembatan untuk aktivitas sehari-hari tanpa harus menerobos banjir seperti sebelumnya," ujar Moh Hasib.
Senada dengan Hasib, warga setempat merasa sangat terbantu dengan adanya jalur alternatif ini meski hanya terbuat dari bambu. Bagi mereka, jembatan ini adalah penyambung hidup yang lebih aman dibandingkan harus berjalan di tengah genangan air.
"Selama ini kami kesulitan kalau mau keluar desa. Sekarang setidaknya ada jalan yang lebih aman untuk dilewati tanpa harus basah-basahan terus," kata Zainal Abidin, salah satu warga
Meski jembatan darurat baru saja selesai dibangun, kabar baik mulai terlihat di lapangan. Luapan Sungai Bengawan Jero dilaporkan mulai berangsur surut secara perlahan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air yang sebelumnya mencapai puncaknya di angka 80 sentimeter, kini telah turun ke kisaran 40 hingga 60 sentimeter. Kendati demikian, jalan utama masih belum bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga keberadaan jembatan bambu sepanjang 70 meter tersebut tetap menjadi jalur vital bagi warga hingga air benar-benar kering.
Warga berharap kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret untuk penanganan banjir tahunan ini agar isolasi wilayah serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. (mmr/far)
Load more