Penanganan Banjir Lamongan, BPBD Andalkan Pompa Air dan Rekayasa Cuaca
- tim tvone - mahrus
Lamongan, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan, terus melakukan berbagai langkah strategis untuk penanganan musibah banjir yang terjadi di 5 kecamatan di Lamongan.
Sejumlah kecamatan yang masih terendam banjir, yaitu Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, glagah, dan Deket.
Meski sempat surut 2 cm, namun intensitas hujan sempat kembali meningkat sehingga air banjir kembali naik 1 cm. Sementara ketinggian banjir di 5 kecamatan tersebut hingga kini bervariatif, mulai dari 30 hingga 80 cm.
Upaya mengatasi banjir, Pemkab Lamongan melakukan penyedotan air di pintu kuro Babat barage, selain itu BPBD juga melakukan rekayasa cuaca.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Moch. Na’im, mengungkapkan bahwa kondisi banjir sempat mengalami fluktuasi akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi terakhir kemarin sempat turun, tapi karena ada hujan beberapa hari ini sehingga naik lagi. Namun, sampai hari ini sudah ada penurunan sekitar 1 cm,” ujar Na’im saat ditemui di halaman Pemkab Lamongan, Jumat (23/01) pagi.
Untuk mempercepat surutnya genangan, Na’im menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sangat mengandalkan sistem pompa di dua lokasi krusial, yakni rumah pompa Melik dan rumah pompa Puro. Total sebanyak 14 mesin pompa telah dikerahkan secara maksimal.
“Sebanyak 14 pompa itu sudah diaktifkan semua. Namun demikian, tetap ada sistem on-off karena kondisi mesin yang harus diistirahatkan secara berkala agar tidak rusak. Pembersihan saluran air di sungai-sungai juga terus kami lakukan secara masif,” jelasnya.
Selain penanganan teknis di lapangan, BPBD Lamongan juga bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan Rekayasa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini diambil untuk mengalihkan potensi hujan lebat di wilayah terdampak banjir.
“Terima kasih kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Hingga saat ini, operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sekitar lima kali. Hal ini sangat membantu dalam mengendalikan cuaca di wilayah kami,” tambah Na’im.
Terkait logistik dan bantuan bagi warga terdampak, Na’im memastikan bahwa pendistribusian terus berjalan dan diupayakan merata. Bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga sektor swasta.
“Upaya kami selanjutnya adalah memastikan penyampaian bantuan tetap rata. Bantuan terus mengalir baik dari pemerintah nasional maupun melalui program CSR perusahaan,” pungkasnya. (mmr/hen)
Load more