News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Tipu Investor Rp3 Miliar, PT Kembar Jaya Abadi Dilaporkan Terkait Proyek Pembangunan ITS

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana dalam proyek pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyeruak.
Selasa, 18 November 2025 - 14:15 WIB
Diduga Tipu Investor Rp3 Miliar, PT Kembar Jaya Abadi Dilaporkan Terkait Proyek Pembangunan ITS
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana dalam proyek pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyeruak ke permukaan.

Seorang investor berinisial SV (37) resmi melaporkan PT Kembar Jaya Abadi ke Polrestabes Surabaya, Jumat (14/11/2025), setelah dana investasi senilai Rp3 miliar yang ditanamkannya tak kunjung dikembalikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/1805/XI/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. 

SV, yang diketahui merupakan pengusaha di sektor migas, menginvestasikan dananya pada termin kedua proyek pembangunan gedung senilai total Rp56 miliar yang berlokasi di kawasan Mulyosari, Surabaya.

“Klien kami adalah investor dari kontraktor pemenang tender. Tapi hingga jatuh tempo, dana pokok dan profit 20 persen belum juga dikembalikan,” ujar Perdana Roziq dari Tim Advokasi Pusaka Garuda Hitam, kuasa hukum SV.

Perdana menjelaskan, kliennya sempat menerima cek senilai Rp2,4 miliar dari pihak kontraktor sebagai jaminan. Namun saat dicairkan pada 26 September 2025, cek tersebut ternyata kosong.

“Ini memperkuat dugaan penipuan. Apalagi kantor kontraktor di Ketintang kini kosong, hanya tersisa satu pegawai yang mengaku tidak tahu-menahu,” tambahnya.

Perjanjian kerja sama antara SV dan PT Kembar Jaya Abadi dilakukan secara resmi di hadapan notaris Dwi Ariny Wulandari. Namun, pihak pelapor menduga adanya keterlibatan notaris dan subkontraktor Poundra Arga Marcdianto yang memperkenalkan SV kepada direktur PT Kembar Jaya Abadi, Eka Hillyan Fazzih.

“Kami menduga ada indikasi persekongkolan dalam proses ini. Semua bukti, termasuk perjanjian notaris dan cek asli, sudah kami serahkan ke penyidik,” tegas Perdana.

Ketua Tim Advokasi Garuda Hitam, KRA Rivo Cahyono Setyonego, menambahkan bahwa SV dijanjikan profit Rp600 juta dan denda Rp5 juta per hari jika pembayaran melewati batas waktu. Namun hingga kini, tidak ada realisasi dari pihak kontraktor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami minta kepolisian segera memproses laporan ini karena kerugiannya besar dan menyangkut kredibilitas proyek pendidikan nasional,” pungkas Rivo.

Pihak Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan kasus ini. Sementara itu, nama PT Kembar Jaya Abadi kini menjadi sorotan publik, terutama karena proyek yang dimaksud berkaitan dengan institusi pendidikan ternama di Indonesia. (far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT