Pembaretan Kolektif SMA Negeri Taruna se-Jawa Timur, Gubernur Khofifah Tegaskan Disiplin dan Integritas sebagai Fondasi Pemimpin Masa Depan
- tim tvone - tim tvone
Sebelum menerima baret, seluruh taruna-taruni terlebih dahulu menjalani masa basis selama tiga bulan. Masa ini menjadi tahap penting dalam pembentukan karakter yang mencakup pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Cara Memberikan Instruksi (CMI), hingga Sosialisasi Peraturan Kehidupan Taruna.
Selama masa basis tersebut, para taruna hidup dalam sistem boarding school dengan kedisiplinan tinggi. Mereka tidak diperkenankan berinteraksi dengan keluarga atau menggunakan alat komunikasi agar sepenuhnya fokus membentuk karakter, solidaritas, serta rasa tanggung jawab. Menurut Khofifah, dari proses inilah lahir generasi yang kuat dan berkarakter.
“Dari proses inilah lahir generasi yang tangguh, berkarakter, dan berintegritas. Pendidikan ketarunaan bukan sekadar latihan fisik, tapi juga wadah pembentukan moral, religiusitas, dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembiasaan positif yang tertanam dalam kehidupan taruna merupakan fondasi penting bagi lahirnya calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Di lembaga Taruna, rutinitas sejak bangun hingga tidur adalah latihan pembentukan karakter agar kebaikan menjadi kebiasaan. Dari sinilah akan tumbuh calon pemimpin bangsa yang kuat secara mental, fisik, dan moral,” tuturnya.
Memasuki era global yang penuh tantangan, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi disrupsi teknologi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI).
“Kalian harus siap menghadapi perubahan zaman. Bangunlah nalar kritis, kembangkan kreativitas, jadilah inovatif dan kolaboratif, namun tetap beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Itulah bekal utama menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.
Selain menekankan aspek intelektual dan karakter, Khofifah juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan dan kejujuran dalam setiap langkah pengabdian.
“Kalian adalah Generasi Emas yang akan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Maka jagalah persaudaraan dan jadilah penjalin sinergi bagi bangsa dan daerahmu,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bangga terhadap para taruna yang memperlihatkan kemampuan peralatan militer Angkatan Laut.
“Mereka, anak-anakku berjajaran di belakang taruna ada KRI Surabaya, KRI Banjarmasin, KRI Gusti Ngurah Rai dan KRI yang paling baru dan paling besar se-Asia yaitu KRI Brawijaya,” ungkapnya dengan bangga.
Load more