News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lontar Sritanjung Dikonservasi untuk Memori Kolektif Bangsa

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) sedang mengonservasi Lontar Sritanjung yang MERUPAKAN satu-satunya naskah kuno tentang kisah Sritanjung yang beredar.
Selasa, 9 September 2025 - 16:49 WIB
Lontar Sritanjung dikonservasi untuk Kolektif Memori Bangsa
Sumber :
  • Tim tvOne

Banyuwangi, tvOnenews.com – Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) sedang mengonservasi Lontar Sritanjung. Lontar Sritanjung ini dikenal sebagai kisah asal-usul nama Banyuwangi yang merupakan satu-satunya naskah kuno tentang kisah Sritanjung yang beredar di publik. Kondisi fisiknya harus diperbaiki agar memiliki ketahanan yang lebih lama.

“Naskah ini sangat rapuh. Jika tidak segera dikonservasi maka akan rusak. Apalagi terdapat korosi tinta yang membakar kondisi kertasnya itu sendiri,” ungkap Aris Riyadi, Koordinator Bidang Preservasi Naskah MANASSA yang juga Koordinator Tim Konservasi Perpusnas RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Naskah milik Omahseum yang ditulis pada 1888 M itu, akan diperbaiki secara total. Setiap lembarnya akan dilapisi dengan tisu Jepang dan serangkaian proses kimiawi.

“Nanti juga akan dijilid ulang dan dibuatkan cover dan pelindung sebagaimana mestinya,” imbuh Aris.

Lontar Sritanjung memiliki peran penting. Bukan hanya teks sastra, tetapi juga pondasi bagi identitas kultural masyarakat Banyuwangi. Melalui konservasi yang dilakukan, teks ini diharapkan dapat terus dirawat, dipelajari, dan dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Lontar Sritanjung ini telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Indonesia sejak 2024 lalu. Ini sebuah pengakuan resmi sebagai warisan penting bagi sejarah dan identitas bangsa,” ungkap Ketua Manassa Munawar Holil dalam kesempatan berbeda.

Konservasi Lontar Sritanjung itu, merupakan bagian dari program yang digagas oleh Manassa dan UNESCO melalui The Asia/Pacific Regional Committee for the Memory of the World Program (MOWCAP Project). Program ini tak semata konservasi naskah. Tapi, juga terdapat lokakarya konservasi naskah, pertunjukan hingga pameran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik program tersebut. Hal ini merupakan langkah kolaboratif guna memajukan kebudayaan Banyuwangi.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga ini akan mengantarkan kepada pemajuan kebudayaan Banyuwangi yang ideal,” harap Ipuk. (far)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT