News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banjir Rendam 17 Desa di Tanggulangin Sidoarjo, Warga Kesulitan Akses dan Butuh Bantuan

Curah hujan tinggi yang mengguyur Sidoarjo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di Kecamatan Tanggulangin. Sebanyak 17 desa terendam air, dengan ketinggian mencapai 60 hingga 70 cm di beberapa titik.
Senin, 3 Maret 2025 - 15:54 WIB
Banjir Rendam 17 Desa di Tanggulangin Sidoarjo
Sumber :
  • tvOne - khumaidi

Sidoarjo, tvOnenews.com - Curah hujan tinggi yang mengguyur Sidoarjo dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di Kecamatan Tanggulangin dan sekitarnya. Sebanyak 17 desa terendam air, dengan ketinggian mencapai 60 hingga 70 cm di beberapa titik.

Camat Tanggulangin, Sabrino Mariano, mengatakan bahwa banjir ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah Sidoarjo dan adanya limpahan air dari kawasan barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banjir ini merupakan dampak dari curah hujan yang tinggi serta kiriman air dari wilayah lain. Beberapa desa di bagian timur Tanggulangin terdampak cukup parah," kata Sabrino melalui telepon selulernya.

Desa yang mengalami dampak paling parah diantaranya adalah Gempolsari, Kedungbanteng, Banjarasri, Kalidawir, dan Banjarpanji. Sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas akibat banjir yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

"Banjir ini sebetulnya sudah lama mulai bulan Januari, namun banjir sempat surut, kemudian diawal bulan Maret kembali banjir. Kami sebelumnya sudah pernah memberikan bantuan sembako dan obat-obatan," jelas Sabrino. 

Sementara itu Muslimah (53) warga Dusun Polo Gunting RT 15, RW 4  Desa Gempol Sari mengaku bahwa banjir ini sejak seminggu lalu, ini merupakan banjir yang terparah. Dirinya berharap mendapatkan bantuan sembako, dan air bersih. 

"Sudah seminggu rumah saya terendam, jadi aktivitas sangat terbatas. Untungnya kasur masih bisa diselamatkan dengan dipan. Banyak warga yang mengunsi di familinya," kata Muslimah. 

Sementara itu Ketua BPD Gempolsari, Khusnul Kharim, mengatakan hampir seluruh wilayah desa terendam banjir dengan dampak yang cukup luas. Banjir juga menyebabkan akses jalan terganggu, bahkan kendaraan bermotor banyak yang mogok akibat terendam air.

"Ada empat RW yang terdampak, mencakup lebih dari 500 keluarga. Selain berasal dari luapan sungai, kami menduga ada rembesan dari tanggul lumpur yang memperparah kondisi," kata Khusnul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga saat ini menurut Khusnul warga masih bertahan di rumah masing-masing, termasuk lansia, karena belum adanya posko pengungsian maupun bantuan dari pemerintah daerah.

"Belum ada bantuan dari pemkab, baik itu posko pengungsian, layanan kesehatan, maupun logistik seperti makanan dan air bersih. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi warga yang kesulitan," imbuh Khusnul. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT