News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ratusan Mahasiswa Gelar Demo di Depan Gedung DPRD Malang, Tuntut Sembilan Poin dan Bakar Foto Prabowo Gibran

Ribuan massa aksi demo Indonesia Gelap dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya hingga Aliansi Masyarakat Sipil Malang Raya di depan gedung DPRD Malang.
Rabu, 19 Februari 2025 - 10:19 WIB
Ratusan Mahasiswa Gelar Demo di Depan Gedung DPRD Kota Malang Tuntut Sembilan Poin dan Bakar Foto Prabowo-Gibran
Sumber :
  • edi cahyono

Malang, tvOnenews.com - Ribuan massa aksi demo Indonesia Gelap dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya hingga Aliansi Masyarakat Sipil Malang Raya di depan gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut sembilan poin tuntutan, Selasa (18/2/2025). 

Sekitar pukul 12.30 WIB massa aksi bergerak dari wilayah Stadion Gajayana Malang menuju Alun-alun Tugu Malang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ribuan massa yang menggunakan dresscode serba hitam, berjalan memenuhi jalanan kawasan DPRD Kota Malang sembari membawa berbagai macam poster.

Mulai dari poster-poster bergambarkan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bendera bertuliskan ‘Reformasi Dikorupsi’, poster bertuliskan ‘Indonesia Gelap’ hingga poster bertuliskan ‘Dikasih Makan Siang Untuk Dilarang Merasakan Kesejahteraan’.

Bahkan, mereka pun juga melakukan aksi teatrikal di depan gedung DPRD Kota Malang. Ribuan massa aksi demo duduk dan tengkurap untuk melambangkan rendahnya harapan kesejahteraan.

"Hingga membakar ban bekas di depan pintu masuk Gedung DPRD Kota Malang di sebelah selatan," ujar Rembo koordinator lapangan masa aksi, Selasa (18/2/2025). 

Ditambahkan Rembo, massa mahasiswa mengenakan pakaian serba hitam. Mereka juga membentangkan berbagai poster dan foto Prabowo-Gibran yang matanya di sensor disertai tulisan Efisienshit. Aksi ini disambut dengan sorakan massa mahasiswa.

Poster itu lantas dipasang di pagar DPRD Kota Malang dan dibakar. Mereka juga menyerukan perlawanan terhadap kebijakan Prabowo-Gibran yang tak populis.

Salah satunya terkait efisiensi anggaran. Mereka menilai efisiensi tersebut hanya akal-akalan pemerintah untuk menutup anggaran program andalan Prabowo-Gibran makan bergizi gratis (MBG).

"Lawan, lawan, lawan," imbuh Rembo. 

Setelah memasang foto banner Prabowo-Gibran, massa mahasiswa kemudian membakar ban bekas. Aksi ini dilakukan juga tepat di depan pintu pagar DPRD Kota Malang.

Massa kemudian membuka paksa masuk ke halaman dalam gedung untuk bertemu ketua dewan. Sementara sejumlah polisi tampak hanya melihat dan berjaga di depan pintu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rembo menjelaskan, sembilan poin tuntutan dari massa aksi, yakni: 

1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat
2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik
3. Melakukan pencairan tunjangan kinerja dosen dan tenaga pendidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan 
4. Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendidikan yang mengeluarkannya dari anggaran
5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
6. Meminta pemerintah menjelaskan secara rinci dampak efisiensi terhadap pembangunan infrastruktur. Mengkhawatirkan menurunnya pelayanan publik.
7. Mengkritik sektor pertahanan yang lebih diutamakan anggarannya daripada sektor primer lain seperti infrastruktur, pendidikan dan layanan kesehatan. Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah.
8. Menolak komersialisasi pendidikan dan kenaikan UKT dampak efisiensi. Mengkritisi PTNBH.
9. Mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal dampak kebijakan efisiensi melalui aksi yang terkoordinasi dengan luas.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT