Banyuwangi, tvOnenews.com – Sejak awal tahun 2025, penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti di Banyuwangi terus meluas. Tercatat sejak periode awal 2025 ini ada puluhan warga yang terjangkit Chikungunya maupun Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Chikungunya di bulan ini cenderung meningkat. Kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Cluring dengan 25 kasus, Srono 9 kasus dan Purwoharjo 6 kasus," kata Amir.
Amir menyebut Chikungunya memiliki fatalitas rendah artinya tidak menyebabkan kematian. Dampak yang ditimbulkan adalah demam disertai nyeri pada bagian sendi. Sebenarnya reaksi yang ditimbulkan dapat sembuh secara mandiri dalam waktu dua pekan.
"Tapi ini juga tetap menjadi perhatian kami dan di tingkat lokal kami sebut ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Puskesmas di wilayah terdampak juga sudah kami minta untuk memberikan penanganan," terang Amir.
Sementara terkait DBD, tambah Amir, pada awal 2025 kasusnya terbilang fluktuatif. Pada bulan Januari tercatat ada 27 kasus, sementara pada Februari cenderung menurun, tercatat hanya 9 kasus. Namun di bulan Februari tercatat ada 1 kasus kematian.
"Sementara untuk kasus DBD banyak terjadi di Kecamatan Banyuwangi, Srono dan Muncar. Bulan ini cenderung menurun tapi ada 1 kasus kematian," tambah Amir.
Load more