News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Pohon Sengon, Ayah di Jombang Tega Cangkul Kepala Anak Tirinya hingga Pendarahan Hebat

Seorang ayah di Jombang tega mencangkul kepala anak tirinya hingga luka parah. Tindakan kejam tersebut dilakukan pada malam hari ketika anak tirinya sedang tidur pulas.
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 14 Januari 2025 - 20:28 WIB
Saifudin Andika (21 tahun)
Sumber :
  • tvOne - umar sanusi

Jombang, tvOnenews.com - Seorang ayah di Jombang tega mencangkul kepala anak tirinya hingga luka parah. Tindakan kejam tersebut dilakukan pada malam hari ketika anak tirinya sedang tidur pulas.

Akibatnya korban mengalami pendarahan hebat dan segera dilarikan ke rumah sakit. Pemicu tindakan brutal sang ayah hanya persolan sepele, sang ayah dilarang menjual pohon sengon milik anak tirinya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat perbuatannya ayah yang telah memasuki usia manula tersebut kini meringkuk dalam sel tahanan kepolisian.

Mujianto (61 tahun) warga Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Jombang telah ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan berat. Kakek ini tengah menjalani proses hukum di Mapolres Jombang karena diduga telah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

Mujianto diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya yang tinggal serumah, Saifudin Andika (21 tahun) dengan cara mencangkul kepala anak tirinya tersebut. Akibatnya korban koma karena mengalami pendarahan hebat sehingga dilarikan ke rumah sakit.

AKP Mustoib, Kapolsek Bareng mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam lalu, saat korban tengah tidur pulas.

Tiba-tiba dipukul dengan cangkul tangan oleh ayah tirinya. Bukan hanya besinya yang mengenai kepala korban melainkan sisi tajamnya, sehingga kepala korban mengalami pendarahan hebat.

"Jadi korban waktu itu sedang tidur di dalam kamar dalam keadaan tengkurap. Tidurnya ini gak pake tempat tidur, hanya kasur lantai. Setelah itu korban tidur itu langsung dipukul dicangkul bagian kepala dengan sisi yang bagian tajam," jelas Mustoib Selasa (14/1) sambil menunjukkan barang bukti cangkul tangan.

Polisi yang segera tiba di TKP langsung mengamankan pelaku berikut barang bukti sebuah cangkul tangan.

"Untuk penganiayaan itu dengan cara dicangkul itu hanya sekali, korban menderita luka bacok bekasnya cangkul ini dengan panjang 8 sentimeter dan dalam satu sentimeter," sambung Kapolsek. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil pemeriksaan, tindakan kejam pelaku karena kesal korban melarang ayah tirinya menjual pohon sengon milik korban.  

"Motifnya, dari keterangan tersangka, tersangka punya tanaman sengon, mau dijual. Namun anaknya melarang.  Alasannya hanya itu tidak ada lainnya," tandas Mustoib.    

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT