News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Antisipasi Penyebaran Virus HMPV, BBKK Surabaya Lakukan Screening Ketat di Bandara dan Pelabuhan

Guna mengantisipasi potensi penyebaran virus Human Metapneumovirus atau HMPV dari China, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kota Surabaya bersiaga. 
Kamis, 9 Januari 2025 - 10:17 WIB
Antisipasi Penyebaran Virus HMPV
Sumber :
  • tim tvone - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Guna mengantisipasi potensi penyebaran virus Human Metapneumovirus atau HMPV dari China, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kota Surabaya bersiaga. 

Meski sampai saat ini belum ada laporan kasus di Surabaya maupun Jawa Timur, namun BBKK telah menyiapkan berbagai langkah untuk memantau kesehatan para penumpang yang tiba di Bandara Internasional Juanda maupun Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini disampaikan Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan dihadapan awak media. Menurutnya, pihaknya telah memasang thermal scanner di area kedatangan penumpang baik di Bandar Udara Internasional Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendeteksi suhu tubuh.

Tak hanya itu, BBKK juga berkoordinasi dengan daerah terkait untuk memantau perkembangan kasus HMPV. BBKK juga telah menempatkan petugas di pintu masuk untuk melakukan screening awal bagi penumpang dari luar negeri.

Penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius akan diperiksa lebih lanjut, termasuk pemeriksaan visual untuk melihat gejala batuk atau demam. Jika kasusnya berat, penumpang akan dirujuk ke rumah sakit. 

"Kami juga akan mengambil sampel dan melaporkan ke kabupaten/kota jika terdeteksi tempat penderita disana," ungkap Rosidi Roslan. 

Selain itu, BBKK juga telah melakukan sosialisasi kepada pihak bandara, pelabuhan, dan dinas kesehatan di wilayah terkait mengenai langkah-langkah pencegahan penyebaran HMPV.

"BBKK mengingatkan agar mereka memperketat protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan mengurangi kerumunan," tambahnya.

Lelaki humoris ini juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi kelompok rentan, yaitu anak di bawah lima tahun, orang dewasa di atas 65 tahun, dan orang dengan sistem imun lemah. 

"Kelompok rentan harus menjaga jarak dengan penderita, tetap di rumah, dan menghindari bepergian. Mereka juga harus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga pola hidup bersih," jelasnya.

Meskipun WHO belum menyatakan HMPV sebagai ancaman serius, Rosidi tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada.

"Virus ini memang sudah ada sejak lama, seperti flu biasa. Tubuh kita bisa meresponsnya. Namun, kita tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Meskipun kasus HMPV meningkat di China dan Singapura, peningkatannya tidak tajam seperti Covid-19. Pihaknya memberikan perhatian ekstra kepada penumpang yang berasal dari China maupun Singapura yang tiba di terminal kedatangan bandara maupun pelabuhan.

Menurut Rosidi, virus ini sudah ada sejak 2021. Jika terjadi wabah, pihaknya sudah memiliki tindakan pencegahan dan tubuh kita juga sudah tahu bagaimana meresponsnya.

"Kami juga memberikan perhatian dan pengawasan bagi penumpang asal China dan Singapura yang tiba di Juanda maupun melalui pelabuhan, tapi atensinya ya tidak bikin ribut. Dengan melihat suhu tubuhnya dan gejala yang lain," tegas penghoby membaca buku ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Roslan Rosidi mengungkapkan, sampai sejauh ini masih belum ditemukan kasus HMPV di Surabaya. Virus tersebut mirip dengan flu biasa, bukan virus baru seperti Covid-19. 

“Meski begitu, kita tetap perlu mewaspadai terutama bagi kelompok rentan, yaitu anak di bawah lima tahun,orang dewasa di atas 65 tahun, dan orang dengan sistem imun lemah,” tandasnya. (msi/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT