Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tempe di Gresik Mulai Mogok Produksi
Belasan produsen tempe di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai menghentikan produksi pada Senin (21/2/2022). Aksi mogok produksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas para perajin tempe di sejumlah daerah yang juga mogok produksi, untuk protes kenaikan harga bahan baku kedelai.
Selasa, 22 Februari 2022 - 05:44 WIB
Sumber :
- Muhammad Habib
Gresik, Jawa Timur - Belasan produsen tempe di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai menghentikan produksi pada Senin (21/2/2022). Aksi mogok produksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas para perajin tempe di sejumlah daerah yang juga mogok produksi, untuk protes kenaikan harga bahan baku kedelai.
Â
Kusnoto (33) perajin tempe kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah yang telah 7 tahun menetap di Desa Roomo Gresik ini mengaku dirinya sepakat bersama perajin tempe yang lain untuk mogok produksi bersama terhitung hari Senin, Selasa, hingga Rabu tanggal 23 Februari 2022 mendatang.
Â
" Harga kedelai sebagai bahan baku tempe yang semula Rp9.200 per kilogram tiba tiba naik tinggi hingga menyentuh Rp11.200 per kilogram. Ini gak masuk akal," ujar Kusnoto.
Â
Baca Juga
Tidak hanya mogok produksi, Kusnoto pun telah berancang- ancang untuk mengurangi ukuran tempe buatannya, apabila nanti sudah mulai produksi lagi. Dirinya tidak ingin membebani masyarakat dengan kenaikan harga tempe di pasaran.
Â
Dikatakan Kusnoto, beberapa hari sebelumnya, ia bersama 15 perajin tempe yang ada di Desa Roomo, GKB, pengarajin tempe Desa Sembayat, Tlogo Pojok dan Giri telah sepakat melakukan mogok produksi.
Â
Perajin tempe yang mempunyai 2 pekerja itu menyatakan, selama ini dirinya menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku pembuatan tempe. Meskipun sebenarnya kedelai lokal tidak kalah bagus dengan yang impor.Â
Â
" Namun lagi-lagi stoknya tidak tersedia untuk memproduksi tempe." ujarnya, Senin (21/2/2022).
Â
Kusnoto biasanya menjual tempe hasil produksinya di pasar Krempyeng Gresik. Pada waktu sebelum melonjaknya harga kedelai. Sehari dia mampu memproduksi 1 kuintal 70 kilogram tempe. Akan tetapi, sekarang merosot menjadi 1,5 kuintal.
Â
Aksi mogok produksi tempe di Kota Santri ini mendapat perhatian dari Kepolisian. Aiptu Rozi Kanit Binmas Polsek Manyar turun langsung ke rumah pengrajin tempe di Desa Roomo.
Â
Rozi mengimbau Kusnoto dan pengrajin tempe yang lainnya agar tetap menjaga kondusifitas Kamtibmas selama mogok produksi.
Â
"Jangan sampai terjadi gesekan antar pengrajin tempe, yang justru nantinya bisa menimbulkan keresahan masyarakat." tutur polisi berkumis tebal itu pada Kusnoto.
Â
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan saat aksi mogok perajin tempe di Gresik situasi Kamtibmas tetap kondusif.
Load more