News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

14 Sekolah Ditutup Sementara, Menyusul Sejumlah Siswa dan Tenaga Pendidik Terpapar Covid-19

Sedikitnya 14 sekolah di Kabupaten Situbondo ditutup sementara, setelah sejumlah siswa dan tenaga pendidiknya terpapar Covid-19. Sekolah yang ditutup, tidak berada dalam satu wilayah, namun tersebar di ujung timur, berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Probolinggo. 
Jumat, 18 Februari 2022 - 16:19 WIB
terpapar Covid-19, 14 sekolah ditutup sementara
Sumber :
  • tim tvone - situbondo

Situbondo, Jawa Timur - Sedikitnya 14 sekolah di Kabupaten Situbondo ditutup sementara, setelah sejumlah siswa dan tenaga pendidiknya terpapar Covid-19. Sekolah yang ditutup, tidak berada dalam satu wilayah, namun tersebar di ujung timur, berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Probolinggo. 
 
Juru bicara Satgas Covid-19, Dadang Aries Bintoro mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Situbondo terus melesat, sehingga ada beberapa sekolah yang terpaksa harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 
 
“Dari total 14 sekolah itu, terdiri dari 8 sekolah SD, 1 SMP, 2 SMA dan 3 SMK yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Situbondo. Dari 14 sekolah ini, Satgas Covid-19 Kabupaten melarang  proses belajar mengajar dengan cara Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dan proses belajar mengajar harus dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Dadang.
 
Menurutnya, untuk menekan laju penularan Covid-19, pemerintah daerah sudah melakukan beberapa hal. Diantaranya, menerapkan 3 T (Tracing, Testing, dan Treatment). Tracing itu melibatkan beberapa instansi terkait, mulai tingkat kecamatan, kelurahan, RT dan puskesmas. Saat ini rapat koordinasi baik secara daring maupun pertemuan biasa, dilakukan secara intens,
 
Satgas juga menginstruksikan 14 sekolah harus melaksanakan pembelajaran secara PJJ dan sekolah ditutup dari akses siapapun. Para guru dan murid yang terpapar harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.
 
“Saya menghimbau tidak hanya kepada guru dan siswa, tetapi kepada seluruh masyarakat, untuk disiplin Prokes. Langkah yang paling mendasar adalah memakai masker dan menjauhi kerumunan,” pungkas Dadang.
 
Sementara itu,14 sekolah yang ditutup itu diantaranya SDN 1 Besuki, SDN 1 Jangkar, SDN 1 Kalianget, SDN 1 Kapongan, SDN 1 Wonorejo, SDN 2 Sumberanyar, SDN 2 Wonorejo, SDN 3 Wonorejo, SMP 1 Situbondo, SMA 2 Situbondo, SMK 2 Ibrahimi, SMKN 1 Banyuputih, SMKN 1 Panji. Total ada 46 anak, satu guru dan satu penjaga malam, yang termasuk orang tanpa gejala. (Hery Sampurno/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT